Paspornya Dicabut, Snowden Inginkan Suaka Dari Rusia

Foto/Ilustrasi: Mashable

Sheremetyevo, Sayangi.com – Mantan kontraktor Intelijen NSA, Edward Snowden berencana mengajukan suaka di Rusia sebelum kemudian melakukan perjalanan ke Amerika Latin, menurut seorang profesional hak asasi manusia yang bertemu dengan dia Jumat (12/7).

Berita ini muncul dari perwakilan badan hak asasi manusia Senior Rusia, Tanya Lokshina. Lokshina adalah salah satu dari beberapa pakar HAM yang diundang untuk bertemu dengan Snowden di Moskow. Komentarnya ditransmisikan oleh New York Times Moskow koresponden Ellen Barry.

Venezuela, Bolivia, Nikaragua dan Ekuador juga telah menawarkan suaka Snowden, tetapi hanya permintaan Venezuela yang secara formal menyatakan kesediaannya. Namun, Snowden masih harus melakukan perjalanan ke masing-masing wilayah negara-negara ‘untuk permintaan suaka’. Sementara Amerika seakan membentengi dirinya dengan pencabutan paspor. Jika tidak mustahil, suaka di Rusia akan memungkinkan Snowden meninggalkan zona transit di bandara Sheremetyevo Moskow, di mana ia telah terjebak dalam kelumpuhan geopolitik selama berminggu-minggu.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan negaranya hanya akan memberikan suaka kepada Snowden jika ia berhenti untuk mengatakan tentang rahasia negara yang merupakan mitra politiknya, Amerika. Snowden tampaknya telah melunak dengan tawaran Putin.

Snowden juga mengatakan ia telah diakui sebagai pencari suaka oleh Komisi Tinggi PBB untuk mengungsi. UNHCR mendefinisikan “pencari suaka” sebagai “seseorang yang mengatakan dia adalah seorang pengungsi, tetapi klaim tersebut belum dibenarkan oleh pihak PBB,”. (FIT/Mashable)