Akhirnya, Ada Batere Mobil Listrik “Made In” Indonesia

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Setelah lama menunggu, batere lithium untuk mengerakkan mobil listrik akhirnya bisa diproduksi pabrikan nasional.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengapresiasi keberhasilan PT Nipress Tbk merakit baterai litium pertama di Indonesia, yang akan digunakan untuk pengoperasian mobil listrik nasional yang sedang dikembangkan. “Saya mengucapkan terima kasih dan selamat karena hari ini Indonesia mampu memproduksi baterai litium pertama melalui kerja keras PT Nipress,” kata Dahlan Iskan di sela peresmian pabrik baterai litium pertama milik PT Nipress, di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/7).

Pada kesempatan tersebut, Dahlan Iskan sempat melihat-lihat perakitan baterai litium yang akan digunakan untuk mobil listrik. Perseroan Terbatas PT. Nipress merupakan salah satu konsorsium penyokong industri mobil listrik nasional dalam penyediaan baterai litium. Dengan keberhasilan produksi baterai litium ini, Dahlan menilai Indonesia akan semakin siap mengembangkan mobil dan sepeda motor listrik nasional secara mandiri.

Dahlan mengatakan bahwa baterai merupakan salah satu komponen utama mobil listrik sehingga jika Indonesia ingin mengembangkan mobil listrik nasional, harus dapat memproduksi baterai sendiri. “Sekarang saya tenang karena perusahaan Indonesia sudah bisa produksi baterai sendiri,” kata dia.

Lebih jauh Dahlan mengatakan bahwa dirinya menginginkan BUMN menjadi pelopor penggunaan mobil listrik. “Saya sebagai Menteri BUMN meminta BUMN menjadi pelopor menggunakan hingga 5.000 mobil listrik tahun depan, khususnya bagi PLN, masa perusahaan listrik tetapi mobil operasionalnya masih berbahan bakar minyak,” kata Dahlan Iskan.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyatakan siap mendukung pengembangan mobil listrik nasional. Perusahaan Listrik Negara (PLN), menurut dia, telah mengembangkan spesifikasi “charger” untuk baterai mobil listrik baik untuk diaplikasi di rumah maupun di tempat umum.

“Nantinya untuk mengecas baterai mobil listrik bisa dilakukan pada pukul 23.00–05.00 pada saat listrik umumnya tidak banyak terpakai,” ujar dia. PT. Nipress merupakan perusahaan yang memulai produksi konponen lempeng positif dan negatif untuk baterai mobil sejak 1973.

Pada tahun 2012, PT Nipress menguasai pangsa pasar 30 persen untuk baterai mobil dan sepeda motor domestik dengan merek NS, pangsa pasar 50 persen untuk baterai menara BTS seluler dengan merek NS. Saat ini, PT Nipress Tbk sendiri sedang mengembangkan baterai untuk kebutuhan khusus kendaraan tempur, seperti tank, kapal selam, dan peluru kendali. Riset dan pengembangan produk ini bekerja sama dengan Markas Besar TNI. (MSR/ANT)