Waspada, Ratusan Lembar Uang Palsu Ditemukan di Padang

Foto: Ant

Padang, Sayangi.com – Kantor Bank Indonesia (KBI) Padang di Sumatera Barat menemukan sebanyak 197 lembar uang palsu yang beredar di tengah masyarakat sejak Januari hingga Juli 2013.

“Sejak Januari hingga Juli 2013, temuan uang palsu saat transaksi di bank tercatat sebanyak 197 lembar,” kata Kepala Tim Sistem Pembayaran Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VIII Padang, Eddy Sukarman, di Padang, Sabtu (13/7/2013).

Menurut dia, ratusan lembar uang palsu temuan Perwakilan BI Wilayah VIII Padang dalam bentuk pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.

“Temuan uang palsu tersebut belum termasuk dari pelaporan pihak kepolisian kepada Perwakilan BI Wilayah VIII Padang,” ujar dia.

Perwakilan BI Wilayah VIII Padang memperkirakan temuan uang palsu akan meningkat.

Pada tahun 2011 ditemukan sebanyak 388 lembar uang palsu, kemudian pada tahun 2012 sebanyak 403 lembar uang palsu ditemukan.

“Uang palsu yang ditemukan oleh BI merupakan hasil setoran dari bank-bank umum, sedangkan uang palsu yang ditemukan di masyarakat dan juga pihak kepolisian di luar hitungan yang kami lakukan,” kata Eddy pula.

Dia menyatakan, untuk membedakan uang palsu dan asli itu saat ini memang relatif sulit, mengingat kecanggihan teknologi dalam pembuatan uang palsu menjadikan bentuk dan ukurannya hampir menyerupai uang yang asli.

“Secara fisik keberadaan uang palsu dan asli dapat dibedakan dengan kejelian dan ketelitian menggunakan konsep dilihat, diraba dan diterawang,” ujar dia.

Menurut Eddy, untuk menekan peredaran uang palsu, BI selalu melakukan sosialisasi ciri-ciri uang asli. Tujuannya agar masyarakat bisa tahu dan paham dalam membedakan uang asli dan palsu.

“Sosialisasi tentang lebih mengenal uang asli ini dilakukan di sekolah-sekolah, kasir, dan pihak lain yang sering bersentuhan dengan transaksi keuangan,” katanya lagi.

Eddy mengingatkan agar masyarakat mengetahui beberapa ciri yang harus dicermati untuk membedakan uang asli dan palsu, seperti tanda air.

Pada kertas uang yang asli terdapat tanda air berupa gambar yang dapat dilihat bila diterawang ke arah cahaya. Tanda air itu tidak ada pada uang palsu. BI Padang mengimbau kepada warga yang menemukan uang palsu untuk segera menyerahkannya ke BI setempat atau pihak yang berwenang.

“Masyarakat yang menemukan uang palsu saat bertransaksi untuk tidak menerimanya. Hal itu agar membatasi ruang gerak peredaran uang palsu,” kata dia lagi. (MI/Ant)