Waduh, 20 Satpam “Arsenal Fair” Keroyok Karateka Pelatnas

Foto: thesun.co.uk

Jakarta, Sayangi.com – Sikap arogan oknum Satuan Pengamanan (Satpam) acara Arsenal Fair yang sedang berlangsung di Gelora Bung Karno berujung pada pengeroyokan terhadap seorang karateka anggota Pelatnas. Menjadi setitik nila dalam kunjungan tim papan atas Liga Inggris itu.   

Polres Jakarta Pusat hingga kini masih serius mendalami kasus pengeroyokan terhadap atlet karateka anggota Pelatnas Jumtar Simanjuntak (16) yang tengah dipersiapkan mengikuti SEA Games.

Jumtar dikeroyok anggota pengamanan internal di Pintu IX Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Akibatnya, atlet asal Medan itu menderita luka lecet di wajah dan punggung. Kini korban masih menjalani mengobatan di RSCM.

“Di Stadion Gelora Bung Karno sedang ada acara Arsenal Fair yang didukung oleh M-Pro Sport dan Entertaiment. Di acara itu, ada beberapa atlet, sekitar belasan atlet yang mau mengadakan latihan di Pintu IX Senayan, tapi lokasi menuju ke dalam itu ditutup petugas keamanan acara Arsenal Fair. Bahkan para atlet itu dilarang berlatih di lokasi,” kata Humas Polres Jakarta Pusat, Kompol Saderi SH, kepada wartawan, Sabtu (13/7).

Saderi menambahkan, atlet Pelatnas itu yang awalnya masuk ke dalam akhirnya diperbolehkan masuk dengan cara menyuruh para atlet itu melompat pagar. Namun, di antara belasan atlet itu ada yang tidak bisa lompat karena kakinya keseleo, yaitu Jumtar Simanjuntak. Dia akhirnya meminta kepada petugas satpam agar pintu itu dibuka.

“Pihak Satpam tetap tidak mau membuka, sehingga akhirnya terjadi cecok. Tidak lama setelah itu, Satpam yang bertugas sebagai keamanan itu menyerang korban,” tutur Saderi. Menurut Saderi, sekitar 20 orang petugas keamanan dari pengelola acara itu ikut mengeroyok korban, sampai akhirnya polisi tiba di lokasi kejadian. Petugas pun mengamankan tiga security pelaku pengeroyokan tersebut.

“Kita meminta pihak pengelola acara ini harus bertanggung jawab atas kejadian pengeroyokan yang menimpa Jumtar Simanjuntak. Sementara 3 orang kita amankan untuk dimintai keterangan. Dan tiga satpam itu bisa kita kenakan pasal 170 KUHP, tentang pelaku penganiayaan dan pengeroyokan,” Saderi. (MSR)