Petani Lebak Sambut Baik Disahkannya UU Perlindungan Petani

Foto: SPI

Lebak, Sayangi.com – Sejumlah petani Kabupaten Lebak, Banten, menyambut baik disahkannya Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani oleh DPR RI, Selasa (9/7) lalu. Undang-Undang tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan petani di daerah.

“Kami berharap dengan Undang-Undang itu bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Sanwani, seorang petani di Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Minggu (14/7).

Menurut dia, terbitnya UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani bisa mendorong produksi pangan juga kesejahteraan petani. Sebab dalam UU itu, kata dia, petani mendapat asuransi apabila tanamannya gagal panen akibat serangan hama maupun penyakit organisme pengganggu tanaman (OPT).

Petani juga akan diberi kemudahan untuk mendapat akses penguatan modal dari perbankan maupun lembaga keuangan resmi lainya. Dengan begitu, kata dia, petani menyambut positif dengan adanya UU itu, sehingga memiliki ketenangan bagi petani untuk meningkatkan usaha pertanian.

Saat ini, petani di daerah ini mengembangkan tanaman hortikultura, palawija dan pangan. “Kami berharap dengan terbitnya UU ini dapat memberikan nilai positif bagi petani, terutama memberikan kemudahan penguatan modal dari pebankan,” katanya.

Begitu pula, Upen, seorang petani di Kecamatan Rangkasbitung mengaku bahwa dirinya berkeyakinan UU ini bisa mendorong kehidupan petani menjadi lebih baik karena adanya kepastian dari pemerintah itu. Selain itu, perbankan juga harus memberikan kemudahan penguatan modal kepada petani tanpa jaminan, sehingga saat musim tanam petani tidak kesulitan modal.

Selama ini, petani di sini saat musim tanam banyak kesulitan modal untuk meningkatkan produksi, seperti membeli varietas benih unggul, pupuk dan sarana pertanian lainya, katanya.

Kata Upen, biaya produksi tanaman pangan diperkirakan memerlukan modal sekitar Rp6 juta per hektare. Apabila, perbankan memberikan kemudahan tentu bisa mendorong produksi ketahanan pangan juga kesejahteraan petani.

“Kami minta UU ini bisa dilaksanakan oleh semua pihak termasuk perbankan dan pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Ruhyana mengakui UU Perlindungan dan Pemberdayaan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani karena jika tanamanya terserang hama maka diberikan asuransi kerugian.

Selain itu juga petani lebih bersemangat untuk mengembangkan usaha-usaha pertanian guna mendorong pendapatan ekonomi keluarga.

“Saya yakin UU ini bisa mengatasi kemiskinan pedesaan yang sebagian besar berprofesi petani,” katanya. (HST/ANT)