Mimpi Basah Batalkan Puasa?

Foto: Sayangi.com/Dok

Jakarta, Sayangi.com – Hukum bersetubuh di siang hari saat berpuasa sudah jelas membatalkan puasa. Karena sperma yang dikeluarkan dalam kondisi disengajakan atau dipaksakan. Namun jika yang terjadi adalah mimpi basah, apakah juga membatalkan puasa?

Mimpi basah merupakan sebuah mekanisme tubuh alami yang biasa terjadi hanya pada lelaki. Terjadi tidak hanya pada lelaki yang sudah beristri yang sudah lama tidak berhubungan badan dengan sang istri, lelaki lajang pun bahkan bisa mengalami hal ini, setidaknya sekali dalam hidupnya.  Dalam teori biologi, mimpi basah merupakan emisi nokturnal yang berupa pengeluaran sperma atau semen dari dalam tubuh ketika sedang tertidur .

Mimpi basah terjadi ketika kondisi vesikula seminalis (kantong sperma) telah penuh oleh sperma. Oleh karena kantung sperma tidak mampu menampung lagi, maka stok sperma lama harus dibuang. Mekanisme ini diatur oleh otak dengan dikeluarkan saat seorang lelaki sedang tidur. Dengan kata lain, mimpi basah itu terjadi di luar kesadaran laki-laki.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Pena catatan amal itu diangkat (tidak dicatat amalnya, pen.), untuk tiga orang: orang gila sampai dia sadar, orang yang tidur sampai dia bangun, dan anak kecil sampai dia balig.” (H.R. An-Nasa’i, Abu Daud, Turmudzi, dan Ibnu Majah; dinilai sahih oleh Al-Alban).

Dari sabda Nabi tersebut, kemudian para ulama bersepakat bahwa puasanya lelaki yang mimpi basah tetap sah karena hal tersebut terjadi secara tidak disengaja. Artinya, orang yang mimpi basah di siang hari saat berpuasa tidak membatalkan puasanya. Namun kemudian para ulama melanjutkan, bahwa setelah mimpi basah terjadi, lelaki tersebut harus segera mandi junub untuk mensucikan dirinya kembali. Dan melanjutkan kembali puasanya.

Nah, buat para pembaca Sayangi.com khususnya lelaki, semoga ini dapat meluruskan kembali niat puasa Anda. (HST)