Batam Diminati 51 Pemodal Asing

Foto: panoramio.com

Batam, Sayangi.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat semester pertama 2013 sebanyak 51 perusahaan asing dan gabungan ingin menanamkan modal pada kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) Batam.

“BP Batam memberikan waktu hingga tiga tahun untuk mereka merealisaikan investasinya. Dengan catatan setiap enam bulan akan dilihat sejuah mana keseriusan mereka,” kata Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Ilham Eka Hartawan di Batam, Minggu.

Ilham mengatakan, rata-rata calon investor tersebut akan menanamkan modal di bidang industri perkapalan, penunjang minyak dan gas, jasa perdagangan, konstruksi, industri bio ethanol dan bio energi, industri pengolahan kembali minyak pelumas, dan pembangkit listrik. “Industri terutama penunjang minyak dan gas dan perkapalan memang masih menjadi salah satu yang paling diminati.”

Selain dari kawasan Asia seperti Cina, Taiwan, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, investor juga berasal dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan kawasan Eropa, termasuk Eropa Timur. “Targat kami sebenarnya masih kawasan Asia yang memiliki pertumbuhan ekonomi bagus, namun ternyata investor kawasan lain juga sudah menunjukkan ketertarikannya berinvestasi di Batam,” kata Ilham.

Ilham mengatakan, pada 2013 sejumlah investor juga sudah merealiasaikan investasi luar negeri dan gabungan asing-Indonesia telah merealisasikan investasi di Batam. BP Batam, kata Ilham, mulai mengutamakan perusahaan dengan produk berwawasan lingkungan (green industry) untuk berinvestasi di Batam guna menjaga sumbedaya alam yang ada tetap lestari.

“Arah kebijakan promosi yang dilakukan BP Batam, saat ini mulai menginncar industri yang hemat air seperti industri IT (teknologi informasi) agar lingkungan Batam tetap lestari,” ucap Ilham. Melalui strategi STP (segmen, target, position) kata dia, BP Batam tidak lagi mengincar industri boros air, seperti tekstil, kelapa sawit atau sejenisnya.

Ia mengatakan, masterplan lama dari pengembangan industri Batam, mengalokasikan air untuk industri sebesar 40 meter kubik per hektare setiap harinya, hal tersebut berdampak pada ketersediaan air di Batam yang semakin menipis. “Saat ini kami sudah menentukan target beberapa perusahaan yang ada di China, Taiwan dan beberapa negara di Eropa. Promosi akan terus dilakukan, jika tidak ada halangan, Oktober akan dilakukan pameran konsep green industry,” katanya. (MSR/ANT)