Harga Daging Melonjak, Pedagang Martabak Menjerit

Foto: Sayangi.com/Nurfahmi

Jakarta, Sayangi.com – Harga daging sapi yang meroket hingga Rp 110 ribu per kg, membuat banyak pihak terutama pedagang makanan hasil olahan daging ‘menjerit’. Di Depok, pedagang martabak misalnya, mengaku kelabakan dengan kenaikan itu.

“Kami bingung, Mas. Sebelum BBM naik, kami sudah antisipasi dengan dua kali menaikkan. Takutnya kalau puasa dinaikkan lagi, bisa nggak laku ini dagangan,” kesal Warno, pedagang martabak ‘MisOne’ ketika ditemui Sayangi.com, di Depok, Minggu (14/7).

Ia mengaku, martabak milik bos-nya yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah itu memang tergolong berharga mahal dibandingkan dengan martabak lainnya. Satu porsi martabak biasa dengan dua telur bebek saja dihargai sebesar Rp 29.500. “Kami berani pasang harga mahal, karena dagingnya banyak, bahan-bahannya juga kualitas bagus seperti tepung yang mahal, dan minyak juga yang berkualitas biar garing,” klaimnya.

Dengan kenaikan berbagai bahan kebutuhan pokok seperti bawang, cabai, dan terutama daging sebagai racikan utama martabak, Warno mengaku kewalahan ketika belanja bahan. Pasalnya, kenaikan (daging) tersebut sungguh ‘mencekik’ dan berdampak menurunnya daya beli pelanggannya.

“Sebelum BBM naik, kami sudah naikkan dari harga Rp 27.000 menjadi Rp 29.500, martabak yang biasa dengan telur dua. Sekarang mau naikkan kembali, pikir-pikir seribu kali, takut pelanggan pada lari,” ujarnya memelas.

Martabak MisOne sendiri memiliki enam karyawan. Bertempat di Jalan Proklamasi, Depok 2 Timur. Pemiliknya bernama H. Miswan, pengusaha martabak asal Cilacap, dan seluruh karyawannya juga berasal dari kampung yang sama. Martabak ini membuka satu cabang lagi di Depok 2 Tengah. Selain martabak telor, ada martabak manis, dan aneka kue bantal, cakwe, dan sebagainya menjadi menu Martabak MisOne. (MSR)