Mahasiswa Bantul Proaktif Mendaftar Pemilih Pemilu 2014

Ilustrasi: KPU

Bantul, Sayangi.com – Demokrasi identik dengan kebebasan, termasuk diantaranya kebebasan tidak menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu). Tidak salah, dalam Pemilu 2009 lalu golongan ini, yang dikenal dengan Golongan Putih (Golput) mencapai hingga 30 persen. Pada setiap pemilihan kepala daerah (Pilkada) rata-rata angka golput juga relatif sama. Namun, fenomena positif tampak di Bantul.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menilai mahasiswa yang berdomisili di kabupaten ini proaktif mendaftarkan diri sebagai pemilih Pemilu 2014. “Sekarang ini ada kecenderungan para mahasiswa lebih proaktif datang ke KPU untuk membuat surat pernyataan akan memilih di sini (Bantul). Ini fenomena baru,” kata komisioner KPU Bantul Nuruddin Latif di Bantul, Minggu (14/7).

Menurut dia, dalam menentukan pemilih, KPU menganut dua prinsip yaitu ‘de jure’ atau warga penduduk Bantul yang telah memenuhi syarat, dan prinsip ‘de fakto’ atau warga luar daerah, tetapi bersedia menggunakan hak pilihnya di Bantul.

“Dalam menentukan pemilih setiap tahun sama, namun kalau dulu mereka cenderung pasif. Dan ini mudah-mudahan menjadi angin segar, karena teman mahasiswa yang selama ini distigmakan sebagai golput (golongan putih),” katanya.

Hal itu, kata dia, ditunjukkan dengan bertambahnya jumlah pemilih dalam daftar pemilih sementara (DPS) Pemilu 2014 yang signifikan yang ditetapkan KPU Bantul, yang mencapai 730 ribu lebih. Padahal pada Pemilu 2009 jumlahnya sekitar 712 ribu.

Menurut dia, bertambahnya jumlah pemilih pada Pemilu 2009 itu, karena disumbang pemilih dari kalangan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Bantul dan Yogyakarta, kemudian penduduk yang belum lama menetap, serta santri pondok pesantren.

“Dan yang terpenting kami sudah memegang surat pernyataan bahwa seseorang itu akan menggunakan hak pilihnya di Bantul dan menyatakan secara tertulis tidak akan menggunakan hak pilih di daerah asal,” katanya.

Menurut dia, untuk memastikannya selain surat pernyataan yang bersifat pribadi dari pemilih, pihaknya juga akan mengupayakan untuk memberi tahu kepada KPU di daerah asal mahasiswa.

Ia mengatakan pihaknya telah menetapkan DPS Pemilu 2014 sebanyak sekitar 730 ribu orang pada 11 Juli, untuk kemudian KPU menerima masukan dari masyarakat terhadap DPS hingga 1 Agustus mendatang.

“Tahapan ini berlaku untuk siapa saja, termasuk mereka yang belum terdaftar dan menginginkan memilih di Bantul, untuk kemudian kami lakukan perbaikan DPS sebelum akhirnya di tetapkan menjadi DCT September mendatang,” katanya. (HST/ANT)