Pilpres 2014, Jokowi Presiden Merakyat

sumber : facebook marlin dinamikanto

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi kembali diprediksi akan memenangkan kursi presiden melalui proses pemilihan presiden 2014 mendatang. Kemenangan Jokowi ini jika didasarkan pada hasil riset yang dilakukan Institute for Transformation Studies (Intrans).

Direktur Intrans Saiful Haq mengatakan persepsi dan sikap pemilih terhadap atribut kandidat Capres dan Cawapres seluruh prasyaratnya dimenangkan secara mutlak dan meyakinkan oleh Jokowi. Menurut dia, minat dan sikap responden yang memenangkan Jokowi sebenarnya banyak dipengaruhi oleh atribut “merakyat”. Bukan dari rekam jejak dan keputusan politik yang diambil Jokowi, tapi lebih banyak karena persepsi responden, mengindentifikasi Jokowi sebagai “rakyat kebanyakan” dengan menggunakan “Ndeso” sebagai atribut yang berarti merakyat.

“Secara berurutan hasil riset ini menunjukkan peluang Pilpres adalah, Jokowi, Jusuf kalla, Megawati, Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Wiranto, Mahfud MD, Surya Paloh, Dahlan Iskan, dan Gita Wirjawan,” papar Saiful saat meluncurkan hasil risetnya bertajuk “Persepsi dan Sikap Pemilih Terhadap Asosiasi dan Atribut Kandidat Capres dan Cawapres 2014” di Gelery Cafe, Cikini, Jakarta, Minggu (14/7).

Sementara untuk persaingan ketat kursi Wakil Presiden, Intrans menempatkan Ginanjar Kartasasmita diurutan pertama. Dia ditempatkan pada urutan pertama dengan menggabungkan seluruh kriteria atribu yang sudah ditentukan oleh responden.

Kriteria atribut berupa profesionalisme, cerdas, solusi ekonomi, rendah hati, didominasi oleh kandidat muda, terutama Gita Wirjawan dan Hary Tanoesoedibjo. Sementara atribut berpengalaman dan karir dan teruji dalam hal integritas banyak didominasi oleh tokoh senior, terkhusus asal Partai Golkar seperti Ginanjar Kartasasmita, Akbar Tanjung, dan Jusuf Kalla

Responden cukup mengalami kesulitan ketika harus menentukan ranking tingkat minat dan sikap mereka terhadap cawapres (ketat dalam persaingan). Namun setelah mempertimbangkan seluruh kandidat maka responden memilih Ginanjar Kartasasmita diposisi tertatas dengan selisih tidak jauh berbeda dengan Gita Wirjawan dan Hary Tanoesoedibjo. Persepsi pemilih terhadap cawapres sangat dipengaruhi oleh kriteria atribut ideal cawapres dan skenario pasangan muda-muda, muda-tua. Serta juga persepsi pasangan ideal Soekarno-Hatta dan SBY-JK.

Secara keseluruhan hasil riset ini menetapkan kandidat wapres adalah Ginanjar Kartasasmita, Gita Wirjawan, Hary Tanoe, Aburizal Bakrie, Mahfud MD, Jusuf kalla, Wiranto, Dahlan Iskan, Akbar Tanjung, dan Joko Suyanto,” katanya.

Hasil riset ini menyajikan temuannya dengan menggunakan metode kualitatif. Riset ini melibatkan sebanyak 150 responden yang dibagi ke dalam 10 kolompok Focus group Discussion (FGD) yang diselenggarakan pada Mei-Juli 2013. Riset ini memberikan gambaran bahwa asosiasi dan atribut yang melekat pada para kandidat capres-cawapres sangat penting penting dalam menentukan pilihan responden terhadap kandidat tertentu.

Selain itu, riset ini tidak hanya menggambarkan urutan kemenangan antara satu kandidat dengan kandidat lain. Tapi lebih dari itu, riset ini memberikan gambaran mengenai kelebihan dan kekurangan satu sama lain melalui potret para responden atau pemilih. Hurri Rauf