Ada Neolib di Balik Penggulingan Moursi

Foto : Antara/Reuters

Kairo, Sayangi.com – Aroma neo-liberalisme tercium jelas paska penggulingan Moursi. Gelagat itu tampak dengan dipilihnya ekonom liberal, Ahmed Galal, menjadi Menteri Keuangan Mesir oleh Perdana Menteri Sementara Hazem El-Beblawi, Minggu (14/7).

Selain mengangkat Ahmed Galal, pemerintahan sementara bentukan militer Mesir itu juga menunjuk Nabil Fahmy, mantan duta besar Mesir untuk Amerika Serikat, menjabat Menteri Luar Negeri. Penunjukan kedua pejabat itu dibenarkan MENA, kantor berita Mesir.

Arah neoliberalisme juga dapat dilacak dengan penunjukan pemimpin liberal terkemuka, Mohamed El-Baradei menjadi Wakil Presiden urusan luar negeri Mesir. Penunjukan itu semakin memperkuat spekulasi adanya peran Amerika Serikat di balik penggulingan Presiden Moursi.

Fahmy adalah diplomat karir. Sebelumnya Fahmy tercatat sebagai pendiri jurusan Sekolah Hubungan Masyarakat di Universitas Amerika di Kairo, sebelum diangkat menjadi duta besar Mesir di Washington antara tahun 1999 dan 2008.

Tentang arah pemerintahannya, Beblawi memprioritaskan pemulihan keamanan, menjamin kelancaran arus barang dan pelayanan menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Selasa dan selambat-lambatya Rabu besok, Beblawi berharap 30 pos kementerian sudah diisi.

Untuk menjamin keamanan Mesir pula, di hari yang sama Jaksa Penutut Umum Mesir telah membekukan aset 14 pemimpin Ikhwanul Muslimin, termasuk milik Mohamed Bodie, pemimpin organisasi itu. Selain Bodie, perintah pembekuan asset juga menimpa harta milik pimpinan Ikhwanul Muslim Khairat El-Shater dan Wakil Kepala partai politik Ikhwanul Essam El-Erian. (MARD/Reuters)