KPU Jatim Tidak Loloskan Kofifah – Herman

Foto : Antara

Surabaya Sayangi.com – Pasangan Kofifah Indar Parawansa – Herman Sumawiredja terancam gagal mengikuti Pilkada Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim). Pasalnya, sidang pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim yang berlangsung hingga tengah malam, tidak meloloskannya. “Khofifah-Herman tidak termasuk pasangan calon yang memenuhi syarat dan tidak termasuk dalam berita acara,” ujar Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad usai pleno.

Andry menjelaskan, pengambilan keputusan dilakukan dengan pengambilan suara terbanyak tertutup. Hasilnya, dua komisioner menyatakan memenuhi syarat, sedangkan tiga komisioner lainnya menyatakan tidak memenuhi syarat.

Melalui berita acara No.56/BKD.JTM/VII/2012 tentang penetapan Calon Kepala Daerah dalam Pilgub Jatim, pasangan independen Eggi Sudjana-M Sihat yang semula diragukan bakalan lolos justru lolos. Dengan demikian Pilgub Jatim versi sidang pleno KPU Jatim meloloskan tiga pasang Cagub-Cawagub, masing-masing Eggi Sudjana-M Sihat, Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah dan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Padahal, sebelum penetapan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mendesak KPU Jatim meloloskan pasangan Kofifah-Herman dengan alasan semua syarat sudah dipenuhi. Bahkan Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang KH Salahuddin Wahid dan Cawagub Herman Sumawiredja sempat mendatangi KPU Jatim menjelang sidang pleno dimulai.

Tujuan Gus Sholah, demikian Salahuddin Wahid biasa dipanggil, membantu KPU Jatim supaya tidak diintervensi oleh pihak-pihak tertentu, sekaligus menyelamatkan demokrasi di Jatim. “Sebenarnya tidak ada dukungan ganda terhadap PKNU dan PPNUI. Menurut kami itu tidak ada, dan sengaja administrasinya diada-adakan oleh KPU Jatim,” ujar Gus Sholah kepada wartawan.

Selain Gus Sholah dan Herman, hadir juga Saifullah Maksum (LPP DPP PKB), Thoriqul Haq (Sekretaris DPW PKB Jatim) dan sejumlah pengurus PKB serta timnya. Mereka ditemui Komisioner Divisi Pencalonan KPU Jatim, Agung Nugroho.

Hal senada disampaikan Herman Sumawireja. Ia menambahkan, pasangan Khofifah-Herman berjuang untuk lolos. Tapi, anehnya ada pihak-pihak tertentu yang berupaya supaya KPU Jatim tidak meloloskan. “Ini ada apa? Upaya penjegalan seperti kasus di Bangkalan terjadi di Pilkada Jatim adalah bentuk kejahatan demokrasi,” tegas mantan Kapolda Jatim ini Ia juga mengungkapkan, Ketua DPD Partai Kedaulatan Jatim, Achmad Tony Dimyati telah mengaku dipaksa sekretaris DPD PK Jatim, Makshum supaya menandatangani dukungan ke pasangan Karsa.

“Tapi dia kemudian sadar dan mencabut dukungan dari Karsa. Tony mendapat intimidasi dan ancaman sehingga dia ketakutan dan mengasingkan diri untuk keamanannnya,” kata Herman.

Ketika disinggung langkah apa yang akan diambil jika KPU Jatim tidak meloloskan pasangan Khofifah-Herman? Dengan lugas Herman mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah hukum seperti melaporkan atau menggugat ke PTUN, DKPP dan pihak-pihak lain. “Tapi kami masih yakin jika KPU Jatim akan mengambil keputusan secara obyektif dan meloloskan pasangan Jatim Berkah demi tegaknya demokrasi di provinsi ini,” kata dia.

Selain didatangi sejumlah tokoh, menjelang Pleno, kantor KPU Jatim, Jl Raya Trenggilis 1, Surabaya, sebelumnya sempat digruduk massa yang bergabung Komunitas Pendukung Khofifah (KPK). Tuntutannya pun sama, agar KPU Jatim meloloskan pasangan Khofifah – Herman.

KPK menilai, bila KPU Jatim tidak melolskan pasangan Khofifah – Herman, maka independensi lembaga penyelenggara pemilu itu perlu dipertanyakan. “Sangat tampak sekali keberpihakan KPU Jatim terhadap salah satu kandidat. Seharusnya, ketika surat rekomendasi parpol sudah sesuai dengan tata aturan partai bersangkutan maka KPU menganggap sah surat dukungan itu,” tuding Koordinator Aksi Syamsul Arifin. (MARD/Ant)