Pemkot Yogyakarta Bingung Soal Spesifikasi ‘Card Reader” E-KTP

Ilustrasi: Sayangi.com

Yogyakarta, Sayangi.com – Pemerintah Kota Yogyakarta masih belum mengetahui spesifikasi teknis “card reader” untuk membaca informasi yang tersimpan dalam ‘chip’ Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Padahal anggaran untuk memenuhi kebutuhan berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta tersebut terlah dialokasikan dalam anggaran perubahan 2013.

“Pada 2014, kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) sudah akan sepenuhnya berlaku. Agar data yang tersimpan dalam ‘chip’ di e-KTP bisa dibaca, maka instansi harus memiliki ‘card reader’,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta Deddy Feriza di Yogyakarta, Senin (15/7).

Menurut dia, sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang membutuhkan “card reader” dalam memberikan layanan kepada masyarakat di antaranya adalah Dinas Perizinan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta instansi di tingkat wilayah.

Ia berharap “card reader” tersebut sudah dapat direalisasikan paling lambat Desember 2013 sebelum resmi digunakan pada awal 2014. “Kami tentu harus memberikan contoh kepada lembaga lain. Jangan sampai pada awal 2014, kami masih meminta masyarakat untuk memfotokopi e-KTP yang dimiliki untuk mengakses layanan,” katanya.

Meskipun demikian, hingga saat ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta belum mengetahui spesifikasi teknis minimal dari “card reader” yang harus dimiliki untuk bisa membaca chip di e-KTP.

“Perlu ada keputusan mengenai spesifikasi teknis ‘card reader’ yang harus dimiliki. Nantinya, ‘card reader’ itu akan dijual bebas di pasaran sehingga lembaga layanan lain seperti perbankan bisa melakukan pengadaan sendiri,” katanya.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta juga telah menetapkan rencana untuk melakukan sosialisasi mengenai pemanfaatan e-KTP dan “card reader” ke sejumlah instansi. Di Kota Yogyakarta, pencapaian perekaman e-KTP telah mencapai 94,18 persen dari wajib KTP yang ada, dan masih akan terus menjalankan program percepatan perekaman e-KTP hingga Oktober. (HST/ANT)