Subsidi Tetap BBM Dianggap Lebih Menguntungkan

Jakarta, Sayangi.com – Pemerintah berencana merubah pola subsidi bahan bakar minyak (BBM) dengan cara konstan yang diberikan per liter. Dengan perubahan itu, harga BBM yang di yang dijual kepada masyarakat berfluktuasi karena terpengaruh volume yang tetap.

Anggota Komisi VII DPR RI Nur Yasin mengatakan ketika postur subsidi BBM diubah dengan pola mematok subsidi tetap pada 2014 yang akan datang maka akan ada keuntungan yang cukup besar dan tak ternilai. Misalnya keuntungan psikologis.

“Juga membiasakan masyarakat, seperti pedagang dan pelaku bisnis eceran yang lain dapat menerima perubahan harga BBM,” kata Yasin, Senin (15/7).

Menurut Yasin, tidak akan terjadi kenaikan harga BBM setiap ada perubahan kebijakan pemerintah jika postur subsidi BBM dirubah. Hal itu, katanya, seperti halnya turun-naiknya harga Pertamax dan Pertamax Plus, yang dianggap hal biasa saja oleh masyarakat. Dengan subsidi tetap tersebut, maka akan mempertahankan disparitas harga yang terkalkulasi dan tetap.

“Dengan subsidi tetap ini juga, akan lebih mudah memprediksi keperluan untuk subsidi, sejauh predikasi besaran volume BBM yang disubsidi tidak meleset,” katanya.

Dengan subsidi tetap tersebut, maka akan mempertahankan disparitas harga yang terkalkulasi dan tetap. Dan apabila perubahan subsisi BBM itu direalisasikan maka pemerintah tinggal membuat modeling penghitungan keperluan volume BBM subsidi yang lebih akurat. Hingga saat ini, postur subsidi BBM yang digunakan pemerintah, selalu berpatokan pada kurs dan Indonesia Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah.

“BPH Migas juga harus melibatkan Pemda dalam penghitungan volume BBM bersubsidi,” tandas politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini. (HST)