Pasca Kerusuhan Tinju 18 Orang Tewas Situasi Nabire Aman

Jayapura, Sayangi.com – Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, pascakerusuhan yang menewaskan 18 orang di arena tinju GOR Kota Lama Nabire, Minggu (14/7) malam, situasi wilayah sekitar aman dan terkendali.

“Dari laporan sementara yang kami terima tidak ada pengumpulan massa dan korban yang meninggal sudah disemayamkan di rumah duka,” kata Kapolda Papua yang dihubungi Antara dari Jayapura, Senin.

Kapolda mengaku sedang berada di Bandara Sentani bersama sejumlah pejabat jajarannya dan bersiap ke Nabire dengan pesawat milik Merpati.

Dikatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi internal. “Evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui apakah pengamanan yang dilakukan sudah tepat atau belum,” ujarnya.

Menurutnya, selain menyelidiki secara internal pihaknya juga akan menanyakan ke pihak panita penyelenggara tinju guna mengetahui apakah ada kelalaian terkait prosedur pengamanannya atau tidak.

Namun yang terpenting saat ini adalah penanganan terhadap para korban sehingga turut dalam rombongan yang dipimpinnya tim dari kesehatan, kata Irjen Pol Tito.

Kasus tewasnya 18 orang itu dilaporkan berawal dari saling ejek antarsuporter saat final tinju “Bupati Cup” di GOR Kota Lama Nabire, Minggu (14/7) malam.

Dalam salah satu partai final, pendukung Yulianus Pigome tidak terima atas kekalahan dari Alfius Rumkorem, sehingga terjadi saling ejek dan lempar kursi hingga menyebabkan para penonton ketakutan dan berupaya keluar dari GOR.

Akibatnya, sekitar 1.500 penonton secara serentak berdesakan berupaya keluar GOR, hingga menyebabkan 18 orang tewas, 11 di antaranya perempuan, disebabkan terjepit dan terinjak-injak. (RH/ANT)