SPMK Kudus Tambah Lagi Materi Pelajaran Antikorupsi

Foto: kashmirlife.com

Kudus, Sayangi.com – Setelah ada kantin kejujuran dan telepon kejujuran, tahun ini siswa baru di SMP Kanisius, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah disuguhi pendidikan antikorupsi lewat aksi teatrikal yang diperagakan oleh kakak-kakak kelasnya, Senin (15/7).

Aksi teatrikal yang diperankan oleh sejumlah siswa tersebut bertema rasa malu setelah melakukan kesalahan serta peradilan di Tanah Air yang masih menjadi keprihatinan sejumlah pihak. Sejumlah siswa ada yang berperan sebagai pencuri telur, susu formula, ayam, makelar impor daging sapi, suap kuota impor daging sapi, dan mafia anggaran.

Pencurian susu, telur, susu formula dan ayam mengalami luka akibat aksi main hakim sendiri yang diperagakan teman-temannya dengan membawa sejumlah pentungan dan tongkat untuk mengejar para pencuri. Setelah diproses di pengadilan, para pencuri tersebut tampak malu dan selalu berupaya menyembunyikan wajahnya dari penglihatan orang banyak.

Kondisi berbeda, justru terjadi pada sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kasus korupsi, tidak menunjukkan rasa malu ketika di hadapan masyarakat umum. Vonis yang diterima pencuri dengan pelaku korupsi juga dinilai kurang adil, karena pencuri mendapatkan hukuman yang cukup berat, sedangkan pelaku korupsi cenderung ringan.

“Kami ingin mengajak para siswa baru agar selalu menjunjung tinggi sikap jujur dan memiliki budaya malu ketika melakukan kesalahan. Pasalnya, banyak pihak yang terlibat korupsi kurang memiliki rasa malu,” kata Kepala SMP Kanisius Kudus, Martinus Basuki Sugita, di Kudus, Senin.

Menurut Martinus, sikap jujur dan rasa malu perlu dipupuk sejak dini. “Seseorang bersikap jujur atau tidak yang paling mengetahui adalah dirinya sendiri dengan Tuhan,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, dia juga mengingatkan, para siswa baru yang berjumlah 94 anak tersebut, bakal mendapatkan materi antikorupsi selama menempuh pendidikan di SMP Kanisius.

Pendidikan antikorupsi di SMPK Kudus, dimulai sejak tahun 2005 lalu. Bahkan, SMPK tersebut juga memiliki kantin kejujuran yang berdiri sejak 2005. Selain itu, sekolah swasta tersebut juga menyediakan fasilitas telepon kejujuran bagi semua siswa pada 2008. Tersedianya fasilitas telepon kejujuran tersebut, karena semua siswa dilarang membawa telepon seluler ke sekolah.

Pendidikan antikorupsi juga dijadikan materi pada masa orientasi sekolah bagi siswa baru SMPK tersebut pada tahun ajaran 2011-2012. (MSR/ANT)