FITRA: Tuduhan Antek Asing Serangan Balik DPR

Jakarta, Sayangi.com – Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi mengaku LSM-nya yang paling pertama dicap agen asing oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurut dia, FITRA memang paling getol mengkritik DPR, dan oknum anggota Dewan yang tidak siap dikritik kemudian melancarkan serangan balik.

“Fitra pertama kali kena stigma antek asing, ketika kita selalu kritik DPR, dan ‘telanjangi’ kebobrokan mereka. Apakah DPR pro rakyat dalam kebijakan anggarannya? Tak lama, langsung ada serangan balik. Ketika reses ke daerah, mereka selalu bilang kita antek asing,” ujar Uchok di Tebet, Jakarta Selatan Minggu, (14/7) malam.

Menurut Uchok, anggota DPR yang menuding FITRA agen asing adalah yang paling getol memperjuangkan pengesahan Raancangan Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan (RUU Ormas). DPR itu, kata dia, sengaja mengebiri LSM dengan tuduhan agen asing.

“Mereka ingin membungkam kita, dan mengkriminalisasi. Seperti melaporkan ICW. Itu kan upaya memotong kekuatan KPK. Mereka mencari kekuatan KPK itu selama ini ada dimana? Oh ternyata ada di ICW. Jelas sudah, musuh demokrasi kita adalah anggota parlemen,” tegas Uchok.

Uchok mengaku, setiap mengkritik DPR, imbasnya dianggap sebagai agen asing. Hal yang berbeda terjadi ketika ia mengkritik kementerian. Ia mengaku justru kerap diajak kerjasama dalam bentuk seminar atau riset.

Uchok menampik adanya kucuran dana dari pihak lain dengan konsesi tertentu.

“Anggaran Dasar/Rumah Tangga kita nggak boleh terima dana APBN, sehingga kita tolak secara halus. Kita juga tidak boleh terima bantuan World Bank dan International Monetary Fund (IMF),” demikian Uchok.

Perlu diketahui, pengesahan Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas) pada Selasa (2/7) lalu mengundang kontroversi di tengah masyarakat. Salah satu hal penting yang diatur dalam UU tersebut adalah kontrol terhadap dana asing yang masuk melalui Ormas. (HST)