Soerjadi: Jangan Berharap Perbaikan Pada Partai Politik

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Ketua Umum PP GMNI periode 1971-1975 Drs. Soerjadi menegaskan, melihat kondisi Partai Politik dewasa ini, dia justru berharap tidak pernah terjadi reformasi. “Jangan pernah berharap perubahan pada Parpol,” tandasnya.

Demikian disampaikan pria berusia 74 tahun yang pernah memimpin Partai Demokrasi Indonesia itu, di acara diskusi publik “Kelompok Cipayung: Indonesia Yang Dicita-Citakan”, yang diselenggarakan Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) pimpinan Bursah Zarnubi, di markas PGK Jl. Tebet Timur Dalam Raya No 43, Jakarta Selatan. Tampil juga sebagai narasumber di diskusi ini, mantan Ketua Umum PB HMI Ridwan Saidi.

Sejak dulu, lanjut Soerjadi, Partai Politik cenderung lebih banyak ‘tidur’. Kalau tidak dipaksa oleh mahasiswa, mereka tidak bekerja. “Jadi, (wakil-wakil mereka) di DPR bekerja karena dipaksa oleh mahasiswa,” papar Soerjadi. Sejarah pun membuktikan, bangsa ini keluar dari masalah kenegaraaan selalu karena peran mahasiswa. “Parlemen di zaman saya dulu mungkin terlalu diatur dan sopan, tapi melihat DPR sekarang saya malah bertanya-tanya, apakah pentingnya wakil-wakil Parpol seperti itu di DPR, buat rakyat. Dulu juga ada anggota DPR yang membolos, tapi tidak pernah ada sidang yang gagal dilaksanakan karena tidak memenuhi kuorum,” ujarnya.

Presiden pun, ujar Soerjadi, kerjanya hanya mengimbau dan membuat lagu. “Kecuali di Ceko, mungkin Presiden yang kerjanya lebih banyak menulis lagu ya hanya di Indonesia. Entah, mungkin karena kurang kerjaan atau terlalu pintar,” sentil Soerjadi.

Itu sebabnya Soerjadi agak “menyesali” adanya reformasi. “Mahasiswa berhasil memaksakan reformasi, tapi perubahannya tidak dikontrol oleh mahasiswa. Padahal, jika tidak ada kontrol mahasiswa, negara akan dikuasai oleh para pencoleng, bahkan dikuasai dan diarahkan oleh negara lain,” tutupnya. (MSR)