HMI: Kelompok Cipayung Kini Jauh dari Kampus

Foto: PGK/excel

Jakarta, Sayangi.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengkritik keberadaan kelompok Cipayung. HMI menilai kelompok yang beranggotakan organisasi-organisasi ekstra kampus ini justru jauh dari kampus sebagai basis anggotanya.

“Kelompok Cipayung terlalu jauh dari kampus, kita lahirnya di kampus harusnya kita banyak di kampus,” kata Ketua Umum Pengurus Besar HMI Arif Rasyid dalam diskusi publik Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) bertajuk “Kelompok Cipayung: Indonesia yang Dicita-citakan” di Jakarta, Senin (15/7/2013).

Gerakan kelompok Cipayung yang di dalamnya terdapat organisasi mahasiswa seperti GMNI, PMKRI, termasuk HMI sendiri saat ini dinilai Arif, juga sulit untuk melakukan perubahan bangsa yang lebih besar. Pasalnya mereka masih cenderung terbentur oleh kondisi yang dialami masing-masing individu itu.

“Jadi mahasiswa hari ini tidak usah terlalu jauh bicara mengenai Indonesia yang dicita-citakan, karena menakar dirinya, melihat dirinya saja sulit. Secara pribadi ada split personality,” jelasnya pesimis.

“Bagaimana berpikir membangun Indonesia, padahal secara pribadi kita belum bisa masuk ke situ. Apakah orang-orang yang ada di kelompok Cipayung sudah siap?”

Kritik serupa juga disampaikan Presideum PMKRI Antonius. Ia menilai gerakan mahasiswa saat ini, termasuk Kelompok Cipayung terkontaminasi oleh hedonisme dan kapitalisme. Kelompok Cipayung dan KNPI sebagai kelompok gerakan mahasiswa juga mengalami krisis independensi.

“Padahal salah satu cita-cita Cipayung tetap menjaga independensi perjuangan, KNPI juga dibentuk dengan tidak terlibat dalam politik praktis,” kata dia.