Arie Soedjito : Pembunuhan Meningkat Akibat Lunturnya Rasa Kemanusiaan

Foto : www.tumblr.com

Yogyakarta, Sayangi.com – Kriminalitas yang meningkat terutama dilakukan kalangan remaja di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, belakangan ini, akibat lunturnya rasa kemanusiaan, kata pengamat sosial dari Universitas Gadjah Mada Arie Soedjito.

“Ini sangat memprihatinkan, kenapa kalangan remaja sering terlibat kasus pembunuhan. Tiada lain karena nilai-nilai moral kemanusiaan mereka telah luntur,” kata Arie di Yogyakarta, Senin (15/7).

Menurut dia, di era modern seperti sekarang justru terjadi degradasi moral luar biasa di kalangan masyarakat khususnya remaja. Oleh karena itu, kata dia, dunia pendidikan, pemerintah daerah serta keluarga harus melakukan upaya secara khusus menangani kondisi itu.

“Pendidikan saat ini masih dominan hanya mencetak siswa menjadi ‘mesin-mesin’ semata, daripada upaya pembangunan moral, dan nilai kemanusiaan,” kata pengajar Jurusan Sosiologi UGM ini.

Menurut dia, aspek preventif yang mengajarkan nilai-nilai etika perlu lebih diintensifkan oleh dunia pendidikan. Selain itu, juga perlu dikembangkan di tengah keluarga. “Perlu diajarkan nilai-nilai yang sifatnya preventif dibandingkan kuratif, yaitu berupa nilai etika. Sehingga, mampu mencegah potensi kriminalitas di kalangan remaja,” katanya.

Selain itu, kata dia, rendahnya nilai kemanusiaan dalam diri remaja juga dapat dipicu dari maraknya penggunaan narkotika serta minuman keras. “Aparat kepolisian harus menjauhkan minuman keras serta narkotika dari kalangan remaja,” himbau Arie.

Beberapa waktu terakhir, terjadi beberapa pembunuhan yang dilakukan kalangan remaja di Kabupaten Sleman, DIY. Terakhir, pembunuhan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dilakukan tiga remaja di bawah umur di Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Mereka adalah siswa SMP dan SMA.

Sebelumnya, pada April lalu terungkap kasus pemerkosaan dan pembakaran siswi SMK YPPK Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, yang dilakukan tujuh orang. Empat di antaranya masih tergolong di bawah umur. (MARD/Ant)