Tak Perlu Ada Remisi Buat Teroris

Foto: Sayangi.com/Bara Ilyasa

Jakarta, Sayangi.com – Terorisme itu kejahatan luar biasa. Hukuman yang dijatuhkan kepada para teroris harusnya memberi efek jera. Itu makanya, Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) Ansyad Mbae menilai, pemberian remisi kepada para pelaku teror sangat tidak layak.

“Ini kejahatan luar biasa, perlakuannya juga harus luar biasa, jangan samakan dengan maling ayam,” ujarnya di acara diskusi BNPT dengan jurnalis di Restoran Bumbu Manado, Epicentrum Walk Lt 1, Jl. Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan, Senin malam.

Lebih jauh, Ansyad melihat Peraturan Pemerintah (PP) yang menangani kejahatan luar biasa seperti Narkoba, Korupsi, dan Teroris itu harus dilindungi bukan direvisi lagi sehingga dapat meringankan hukuman terhadap para pelaku. “PP ini demi melindungi negara, teroris jangan cepat-cepat keluar. Karena semangat dari adanya PP 99 untuk terorisme, berdasarkan rekomendasi dari BNPT,” terangnya.

Mbae juga melihat, gerakan teroris sudah cukup masif di Indonesia. Mereka dengan ideologi radikalnya berupaya mengubah ideologi Pancasila dengan cara berpikir mereka sendiri. “Bagaimana jauhnya kebencian orang ini terhadap ideologi bangsa, itu sudah ancaman dan harus dimusnahkan,” tegasnya.

Oleh karenanya, ia mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bekerjasama mencegah dan memberantas tindakan terorisme, karena teroris adalah musuh bersama. “Ancaman terorisme di negara kita masih cukup berbahaya, kita harus waspada, dan bekerjasama,” tutupnya.

Beberapa waktu lalu, mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra mendaftarkan uji materi terhadap PP 99 di Mahkamah Agung (MA). Ia mengajukan perlunya remisi atau peringanan hukum terhadap terpidana korupsi, terorisme, dan narkoba. Pasal yang diuji Yusril yakni Pasal 34 A ayat (1) huruf (a) dan (b), Pasal 36 ayat (2) huruf (c), Pasal 43 ayat (1) huruf (a) (b) (c). (MSR)