Kemenperin: Kita Butuh 1.360 MMBTU Gas Alam Pada Tahun 2025

Ilustrasi: Ecofriend.com

Jakarta, Sayangi.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan kebutuhan energi untuk sektor industri yang terbesar adalah gas alam pada 2025 nanti yaitu sebesar 1.360 juta British thermal unit (mmbtu) atau 51,2 persen dari total penggunaan energi sektor industri.

“Setelah gas alam, kebutuhan energi untuk sektor industri yang terbesar adalah batubara dengan porsi sebesar 20,3 persen atau 26,68 juta ton pada 2025. Proyeksi ini dengan skenario business as usual,” paparĀ  Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Struktur Industri Achdiat Atmawinata saat Sidang Anggota Dewan Energi Nasional Ke-10 membahas “Kebutuhan Energi Sektor Industri” di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (15/7/2013).

Jika dengan skenario akselerasi, ditambahkannya, kebutuhan energi untuk sektor industri pada 2025 terjadi peningkatan sekitar 55 persen dari jumlah total kebutuhan energinya. Di tahun tersebut, industri membutuhkan gas alam sebantak 1.553 juta mmbtu dan batubara sebanyak 53,71 juta ton.

Namun, sambung Achdiat kebutuhan energi itu akan turun apabila semua pihak dapat menjalankan program efisiensi energi. Dalam skenario akselerasi yang disertai dengan efisiensi tercatat bahwa kebutuhan energi rata-rata menurun sebesar 8,6 persen. Pada 2025, kebutuhan gas alam diprediksi sebesar 1.491 juta mmbtu, sementara batubara sebanyak 33,89 juta ton.

“Khusus pada industri pupuk, skenario ini memperhitungkan efisiensi biaya jika indsutri melakukan substitusi energi dari gas alam ke batubara,” imbuhnya sambil menjelaskan bahwa penyebaran industri Indonesia hingga 2010 masih terpusat di Pulau Jawa dimana mencapai 75 persen dari seluruh industri yang ada di Indonesia. (HST)