KONI Papua Sesalkan Catatan Buruk Ring Tinju Nabire

Ilustrasi/foto: boxingringhire.co.uk

Jayapura, Sayangi.com – Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Ir. HE Mackbon mengaku prihatin dan menyesalkan terjadinya insiden yang menewaskan 18 penonton pascafinal sebuah kejuaraan tinju, Minggu (14/7) malam.

“Mendengar hal itu tentunya kami dari KONI Papua sangat prihatin dan menyesalkan peristiwa itu bisa terjadi,” kata HE Mackbon di Jayapura, Papua, Selasa (16/7). Menurut dia, peristiwa yang sangat mengenaskan itu menjadi catatan tersendiri bagi dunia olahraga di Papua dan Indonesia, khususnya cabang tinju.

Apalagi pertandingan tersebut digelar guna mencari talenta-talenta baru di dunia tinju. “Kami sebagai lembaga olahraga tertinggi di Papua tentunya berduka. Dan masalah ini menjadi tanggungjawab KONI Nabire,” katanya.

Namun, Mackbon memberikan apresiasi karena pertandingan tinju tersebut digelar untuk persiapan Pekan Olaharaga Provinsi (Porprov) Papua yang pertama pada Oktober mendatang. “Yang kami tahu pertandingan tersebut merupakan bagian dari Pekan Olahraga Kabupaten Nabire untuk mempersiapkan atlet tinju menuju Porprov Papua di bulan sepuluh nanti,” katanya.

Terlepas dari kasus Nabire, Mackbon menyampaikan bahwa hingga saat ini dirinya sebagai Wakil Ketua Panitia penyelenggara Porprov Papua yang pertama telah melakukan serangkaian rapat persiapan.

Hasil rapat pada Senin (15/7) dengan sejumlah pihak terkait didapatkan tiga hal penting. “Yang pertama tentang pendaftaran atlet dan sejumlah cabang olahraga yang diperlombakan, kedua keikutsertaan cabang-cabang olahraga yang diperlombakan dan terakhir terkait teknis pertandingan,” katanya.

Untuk itu, Mackbon berharap agar pengurus cabang olahraga di daerah-daerah segera merapatkan barisan untuk mempersiapkan diri dalam Porprov Papua yang pertama. “Kami berharap para pengurus cabang olahraga di tiap daerah bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin,” katanya.

Ketika disinggung kira-kira berapa cabang olahraga yang akan dipentaskan pada Porporv Papua yang pertama, Mackbon mengatakan hingga saat ini masih dibahas dan menunggu tindak lanjut dari para pengurus cabang olahraga di daerah. “Kami masih akan bahas hal itu, tentunya cabang olahraga yang umum seperti atletik tetap ada,” katanya.

Mackbon juga menyampaikan untuk mengantisipasi peristiwa Nabire agar tidak terulang pada Porprov Papua yang pertama nanti, pihaknya akan tetap memperhatikan hal itu dan berkoordinasi dengan semua pihak yang berkompeten. (MSR/ANT)