Bulog DKI Terus Tekan Lonjakan Harga Beras

Foto: trustlifetoday

Jakarta, Sayangi.com – Agar tak ikut-ikutan melonjak seperti daging sapi dan cabe, Bulog Divisi Regional DKI Jakarta melakukan Operasi Pasar (OP) beras di 11 pasar tradisional di Jakarta.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional DKI Jakarta dan Banten Achmad Ma’mun menegaskan, dalam tiga bulan terakhir kenaikan harga beras kali ini dinilai masih wajar, rata-rata hanya empat persen. “Tapi kalau tidak diantisipasi dan terus terjadi gejolak harga, dampaknya akan lebih dahsyat dari daging dan cabe,” ujarnya pada Selasa (16/7) di Perum Bulog.

Operasi Pasar (OP) yang sudah dilakukan sejak 3 Juli 2013 lalu menetapkan harga grosir maksimal Rp 7.100/kg dan harga di tingkat eceran maksimal Rp 7.400/kg untuk jenis beras yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Bulog sendiri berhasil menahan kenaikan harga beras selama operasi pasar. Di tingkat grosir yang semula Rp 7.600/kg menjadi Rp 7.500/kg dan harga eceran dari Rp 8.600/kg menjadi Rp 8.400/kg. “Akan terus dipantau lewat Operasi Pasar. Ini untuk menahan agar tidak terjadi lonjakan harga yang tinggi,” tambahnya.

Selama harga belum stabil, pihaknya akan terus menyuplai beras berapa pun jumlahnya. “Stok beras Bulog lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (MSR)