Pemprov DKI Remajakan Bajaj, Sopir Juga Harus Sehat

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Pemprov DKI Jakarta akan terus membenahi angkutan umum yang beroperasi di Jakarta. Untuk peremajaan bajaj, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mendapatkan kuota 1.300 bajaj biru. Secara bertahap bajaj yang masih bermesin dua tak akan dikonversi menjadi bajaj biru yang lebih ramah lingkungan. Namun, harga bajaj itu sebesar Rp 50 juta yang harus dicicil nanti oleh pengemudi sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Bajaj ini buatan Cina dengan harga lebih murah Rp 10 juta dari bajaj lama buatan India.

Bajaj BBG ini bermerk Wanhu dari Cina, yang sangat berbeda dengan bajaj asal India. Bajaj Wanhu itu menggunakan bahan fiberglass, bukan terpal hitam. Bajaj Wanhu itu memiliki panjang 2,6 meter, dengan lebar 1,3 meter.

“Dinas Perhubungan DKI Jakarta sudah melakukan Peluncuran Bajaj BBG pada Senin (15/7) kemarin. Dengan operasional Bajaj BBG itu, satu bajaj bisa menghasilkan minimal Rp 110.000/hari untuk ke Koperasi. Jika dikalikan 30 hari, maka jumlahnya mencapai Rp 3,3 juta. Ini jelas menutup operasional dan cicilan,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Pristono, saat dikunjungi wartawan di Balaikota, Selasa (16/7).

Pristono menambahkan bahwa selain meremajakan kenderaan, para sopir bajaj harus menjaga kesehatannya dan memeriksa kesehatan sebelum beroperasi.

“Sopir angkutan umum, terutama sopir bajaj harus diperiksa kesehatannya sebelum beroperasi. Pemeriksaan sopir bajaj dilakukan oleh tim dokter dari Koperasi Bajaj Sehati (KBS),” kata Pristono.

Menurutnya sopir bajaj harus benar-benar dijaga kesehatannya guna menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan semua. Sementara tes kesehatan untuk sopir bajaj dilakukan di pool masing-masing sebelum beroperasi. Namun bagi sopir bajaj yang tidak lolos dalam pemeriksaan kesehatannya dilarang mengemudikan angkutannya, karena bisa membahayakan penumpang.

“Pengemudi bajaj nanti juga diberlakukan seragam, dan itu wajib dikenakan saat bekerja dan juga kartu tanda pengenal. Saat ini kan warga menginginkan angkutan yang nyaman dan aman. Dengan adanya kualitas angkutan yang baik maka akan mendorong warga menggunakan angkutan umum,” pungkasnya. (HST)