MK Hitung Ulang Surat Suara Pemilukada Empat Lawang

Foto: Sayangi.com/Emil Ondo

Jakarta, Sayangi.com – Sidang ketujuh gugatan Pemilukada Kabupaten Empat Lawang 2013 kembali di gelar oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada hari ini, Selasa (16/07). Dalam sidang hari ini MK menghitung ulang surat suara yang digunakan dalam pemilukada tersebut. Penghitungan dilakukan di dalam sidang panel yang diketuai Akil Mochtar di dampingi Maria Farida dan Anwar Usman sebagai anggota dengan disaksikan oleh para pemohon, termohon dan pihak terkait.

Selesai sidang, Akil Mochtar akan menggelar kembali penghitungan suara Rabu (17/7) esok. “Penghitungan akan kembali dilakukan dalam sidang panel yang akan dilaksanakan besok,” ujar Akil Mochtar di Gedung Konstitusi, Jakarta, (16/07).

Berdasarkan pantauan, kotak suara yang sudah maupun yang belum dihitung kembali disimpan di MK dengan pengawalan anggota Brimob.

Sebagaimana diketahui, MK telah memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyerahkan kotak suara dari 38 TPS di 10 kecamatan di Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan untuk dilakukan penghitungan ulang. Ke-38 TPS tersebut berasal dari 10 desa di Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang yaitu Desa Tanjung Tawang, Desa Pajar Menang, Desa Niur, Desa Gedung Agung, Desa Seleman Ulu, Desa Muara Pinang Lama, Desa Sukadana, Desa Batu Jungul, Desa Sapa Panjang, dan Desa Sawah.

MK menegaskan bahwa penyerahan kotak suara tersebut beserta dokumen lain yaitu Daftar Pemilih Tetap (DPT), Formulir Model C-KWK.KPU beserta lampirannya, Formulir Model C2-KWK.KPU Plano, Formulir Model D-KWK.KPU beserta lampirannya, dan Formulir Model DA-KWK.KPU beserta lampirannya.

MK melakukan pengitungan ulang ini karena dalam fakta sidang tidak mendapati adanya kesesuaian antara bukti yang diajukan baik oleh Pemohon, Termohon, maupun Pihak Terkait, sehingga tidak dapat menentukan kebenaran dari masing-masing dokumen bukti yang diajukan oleh para pihak dalam sidang sengketa Pilkada. Mahkamah meragukan keabsahan dokumen bukti yang diajukan oleh para pihak, maka Mahkamah memandang perlu untuk melakukan penghitungan sendiri surat suara 38 TPS.

Sengketa Pilkada Kabupaten Empat Lawang diajukan oleh pasangan Budi Antoni Aljufri-Syahri ke MK yang menduga terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Empat Lawang sebagai Termohon dan juga pasangan Joncik Muhammad-Ali Halimi sebagai pihak terkait.

Menurut pemohon, selisih jumlah 997 suara yang memengaruhi kemenangan pihak terkait seharusnya menjadi suara miliknya. Selain itu, pelanggaran lain yang terjadi yaitu adanya penambahan jumlah suara di Kecamatan Muara Pinang terhadap suara milik Pihak Terkait oleh PPK Kecamatan Muara Pinang.

Hasil rekapitulasi KPU telah menetapkan pasangan Joncik Muhammad-Ali Halimi sebagai pemenang setelah memperoleh 63.527 suara. Sedangkan pasangan pejabat kini (Budi Antoni Aljufri-Syahri) meraih 62.975 suara atau selisih 552 suara sah dan diikuti pasangan Samsul Bahri-Ahmad Fahruruzam yang hanya meraih 3.453 suara dari total suara sah sebanyak 129.955 suara. (HST)