Sakit Perut, Nazaruddin Batal Sidang Simulator di Tipikor

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Sosok paling dinanti di Pengadilan Tipikor hari ini, mantan Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, batal hadir dalam persidangan lanjutan kasus korupsi pengadaan simulator SIM roda 2 dan roda 4, lantaran sakit.

Hal itu diperkuat oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Giri Purbadi. Menurut Giri, M. Nazaruddin mengeluh sakit perut sejak semalam. “Nazaruddin tidak jadi ke Jakarta. Tidak jadi bersaksi karena dia bilang perutnya masih sakit,” ujar Giri saat dihubungi wartawan, Selasa (16/7).

Keterangan tertulis perihal berhalangannya Nazaruddin itu sudah disampaikan oleh petugas KPK yang ditugaskan menjemput Nazaruddin ke Lapas Sukamiskin. “Sudah kasih surat ke KPK. Yang mau jemput Nazaruddin (petugas KPK) juga sudah pulang barusan,” terang Giri.

Seperti diketahui, Jaksa Penuntut Umum KPK menjadwalkan kehadiran Nazaruddin sebagai saksi dalam sidang Djoko Susilo, yang sedianya dilaksanakan hari ini. Keterangan Nazaruddin sangat dinanti lantaran dirinya dianggap berperan dalam mengarahkan Djoko Susilo saat memberikan uang kepada sejumlah anggota DPR-RI.

Teddy Rusmawan, Ketua panitia lelang proyek tersebut pernah bahkan pernah menyebutkan bahwa Nazaruddin yang kala itu anggota Komisi III DPR-RI pernah menawarkan dana sebesar Rp 600 miliar untuk Kepolisian.

Perusahaan Nazaruddin diduga juga pernah mengikuti tender proyek pengadaan simulator SIM tersebut. Ada 5 perusahaan yang mengikuti tender proyek senilai Rp 196 miliar itu pada 2011, masing-masing PT. Bentina Agung, PT. Digo Mitra Slogan, PT. Dasma Pertiwi, PT. Kolam Intan Prima, dan PT. Citra Mandiri Metalindo Abadi. Dari kelima perusahaan itu, PT. Digo Mitra Slogan dan PT. Kolam Intan Prima diduga milik Nazaruddin. Tender itu sendiri akhirnya dimenangkan PT. Citra Mandiri Metalindo Abadi kepunyaan Budi Susanto. (MSR)