Konflik Mesir, Pemerintah Diharapkan Prioritaskan Keselamatan WNI

Foto: PressTV

Jakarta, Sayangi.com – Pemerintah Indonesia diharapkan lebih fokus untuk menyelamatkan Warga Negara Indonesia (WNI) di Mesir. Meski Mesir merupakan negara yang pertama mengakui kedaulatan Indonesia, namun pemerintah dianggap tidak perlu turut campur atau membalas budi dengan memberikan solidaritas kepada Presiden Mesir terguling yaitu Mohamed Moursi.  Hal itu diungkapkan politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan.

“Cukup berisiko untuk masuk di dalam dunia politik (negara Mesir) yang tidak menentu,” kata Ramadhan, Wasekjen DPP Partai Demokrat, Saat dihubungi Sayangi.com di Jakarta, Selasa (16/7).

Menurut Ramadhan, yang terpenting saat ini bagaimana agar Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Mesir bisa diselamatkan. Sebab, konflik politik di Mesir sudah memakan ratusan korban jiwa manusia akibat adanya bentrokan antara pendukung Presiden terguling Moursi dan pihak oposisi yang didukung militer.

“Segala sesuatunya saya kira yang terpenting WNI kita selamat,” katanya.

Adapun jumlah WNI di Mesir berkisar 5.000-6000 orang, sebagian besar adalah mahasiswa. Mereka tersebar di sejumlah provinsi, antara lain Mansoura, Tanta, Tafahna, Zakazik dan Iskandariyah. Oleh karena itu Ramadhan yang juga wakil Ketua Komisi I DPR RI, ini berharap situasi politik Mesir segera stabil.

“Kita berharap situasi politik di Mesir cepat kembali pulih,” tutup Ramadhan. (HST)