Korsel Tuduh Korut Serang Sistem Cyber Negaranya

Foto: cnn

Seoul, Sayangi.com – Lagi-lagi, Korea Selatan dan Korea Utara kembali kisruh. Kali ini, Korea Selatan menuduh Korea Utara melakukan pemasangan serangan cyber pada situs-situs kantor kepresidenan dan badan pemerintah lainnya. Pihak Korea Selatan mengatakan telah mengidentifikasi tanda tangan kode komputer berbahaya dan alamat internet, Selasa (16/7)

Serangan cyber terjadi bulan lalu, pada ulang tahun awal Perang Korea 1950-53 yang meninggalkan semenanjung dibagi antara negara-negara saingan.

Korea Utara telah diduga mendalangi serangan cyber sebelumnya oleh Korea Selatan, termasuk satu di bulan Maret bahwa puluhan ribu komputer dan server di penyiar utama dan bank Korea Selatan lumpuh.

Korea Utara telah berulang kali membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut mengatakan juga telah menjadi korban hacking.

Para pejabat Korea Selatan mengatakan mereka telah mendeteksi keterlibatan Korea Utara dalam serangan maya terbaru yang menutup beberapa situs termasuk dari kantor presiden dan partai konservativ yang berkuasa.

“Sebuah alamat IP dalam bandwidth Korea Utara itu ditemukan,” kata Chun Kilsoo, seorang pejabat di negara yang mengelola Internet dan Security Agency Korea. Hal itu mengacu pada internet protocol address komputer.

Kode komputer berbahaya dan teknik serangan mirip dengan yang terdeteksi dalam serangan hacking sebelumnya yang sempat ditelusuri ke Utara, para pejabat menambahkan.

Tuduhan datang kembali setelah dua rival Korea ini kembali memperdebatkan tentang pembukaan kembali taman pabrik bersama yang telah ditutup sejak ketegangan persoalan nuklir terjadi. Mereka gagal untuk mencapai kesepakatan pada hari Senin.

Korea Selatan belum mengkonfirmasi temuan keamanan online perusahaan McAfee AS bahwa sekelompok hacker berada di balik serangkaian serangan cyber terhadap Korea Selatan datang kembali bertujuan untuk memata-matai militer.

Menteri pertahanan Korea Selatan mengatakan pada konferensi baru-baru ini bahwa Korea Utara memiliki sekitar 3.000 personil ahli cyber yang sangat terlatih, menurut laporan media.

Pada bulan Maret, Korea Utara menuduh Amerika Serikat berada di balik serangan cyber pada server internet setelah terdapat laporan gangguan layanan berita utamanya.

Sebuah kolektif hacker yang dikenal sebagai Anonymous mengatakan telah menyerang situs Korea Utara pada hari peringatan Perang Korea. (FIT/Reuters)