Merasa Gerah, DPRD Sumsel Sikapi MK

Foto: Antara

Palembang, Sayangi.comTudingan MK tentang penyalahgunaan APBD 1,4 trilyun hanya untuk bantuan sosial memenangkan pasangan kandidat petahana pada Pemilukada Sumsel 2013, mendapat reaksi keras dari DPRD Sumsel.

Senin (14/7) mereka ramai-ramai menggelar jumpa pers. Dalam kesempatan itu Agus Sutikno, yang didampingi anggota DPRD Sumsel mengatakan, “Tidak benar jika dana Rp 1,4 T itu hanya untuk bantuan sosial saja. Peruntukannya jelas, dana BOS sebesar Rp 806,2 miliar (sekitar 54 persen), pelaksanaan pilkada termasuk biaya pengamanan Rp 221,1 miliar (14,81 persen), sekolah gratis Rp 35,1 miliar, berobat gratis di 15 kabupaten/kota sebesar Rp 159,3 miliar (10,67 persen), barulah sisanya sebesar 19 persen digunakan untuk bansos yang meliputi organisasi, ormas keagamaan, forum P3N, media massa, dana aspirasi reses dan lainnya,” ujar Sutikno.

Selain itu, menurut Sutikno, “Penggunaan dana juga telah sesuai prosedur, mengacu pada pedoman penyusunan APBD. Mula-mula anggaran dibahas di DPRD lalu dievaluasi oleh Mendagri, dan kemudian dibuatkan payung hukum berupa Peraturan Daerah” jelas Sutikno. Senada dengan itu, Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Provinsi Sumsel, HA Djauhari mengatakan, “Agar masyarakat tahu, bahwa dana tersebut tidak hanya digunakan untuk bansos saja. Akan tetapi juga peruntukkan program lainnya,” ujarnya.

Anggota Banggar DPRD Sumsel lainnya, Yuswar Hidayatullah, mengaku tidak mendapat undangan dalam pertemuan itu. Namun, dia membenarkan kalau dana hibah Rp 1,4 triliun itu tidak semuanya untuk dana bansos, karena di dalamnya juga ada dana BOS, biaya untuk pelaksanaan pilkada dan lainnya. (VAL/ANT)