Stabilkan Harga Pangan, Pemerintah Rapatkan Barisan di Kemenko

Foto: Ekon.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Harga pangan dan kebutuhan pokok yang melambung tinggi sejak awal puasa, membuat pemerintah terus berbenah. Di bawah komando Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, menteri-menteri terkait merapat ke Lapangan Banteng, Kantor Kementerian Perekonomian, Rabu (17/7) pagi.

Rapat Koordinasi (Rakor) pagi ini membahas stabilitas harga pangan menghadapi bulan puasa dan lebaran. Rakor dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perdagangan Gita Wiryawan, Menteri Perindustrian Ms Hidayat, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida dan Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardoyo.

Ditemui sebelum menghadiri Rakor, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, agenda rapat koordinasi tersebut untuk masalah pangan. “Agendanya hari ini kita mau membahas kenaikan harga bahan kebutuhan pangan,” tukas Suswono di Kantor Menko Perekonomian.

Suswono menanggapi pertanyaan wartawan terkait impor daging sapi, menurutnya perlu waktu untuk menerbitkan surat rekomendasi impor daging sapi, lantaran harus ada kelengkapan persiapan dari Bulog seperti kontrak Coolstorage.

“Sebenarnya saat Bulog mengajukan permohonan impor saat itu juga surat rekomendasi bisa kita keluarkan asal kontrak Coolstorage yakni kesiapan penyimpanan mereka kalau daging itu datang sudah lengkap. Izin keluar tanggal 25 Juni karena kita menunggu kelengkapan itu dari Bulog,” demikian Suswono.

Sebelumnya diberitakan, Rabu pekan ini akan didatangkan 3.000 ton daging sapi impor dari Australia. Impor ini diurus oleh Bulog. Kedatangan daging sapi impor ini bertujuan menstabilkan harga daging yang melambung tinggi belakangan.

Untuk kedatangannya, kemarin kata Mentan, telah tiba sekitar 4 ton di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng. Sementara dari total 3.000 ton, 2.200 melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan sisanya 800 ton melalui Bandara Soetta. (HST)