PPP Gagal Selenggarakan Konvensi Apabila…..?

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali belum memastikan apakah partainya akan melakukan konvensi untuk menjaring Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Sebab, PPP akan terganjal untuk mengusung capres-cawapres jika tidak ada perubahan dari Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Nah konvensi yang terbaik itu adalah konvensi yang terbuka. Tapi konvensi terbuka apakah itu bisa dilaksanakan. Itu menurut saya tidak bisa dilaksanakan karena apa, misalnya kita laksanakan secara terbuka lalu terpilih satu nama sebagai capres-cawapres dari ppp tapi kemudian pada waktu perolehan suara atau kursi tidak cocok angkanya. Misalnya PPP dapat 10, 12 atau 15 persen suara. Sedangkan presidential threshold (PT) 20 kursi atau 25 persen suara. Oleh karenanya, jago yang telah diputuskan PPP itu tidak berlaku. Kemudian apa, harus dilakukan koalisi. Ketika koalisi persoalan berubah, saya mau koalisi dengan PPP tapi Capresnya jangan Capres PPP dong. Jadi bias,” kata Suryadharma Ali di Jakarta, Rabu (17/7).

Karenanya, PPP kata SDA — panggilan akrab Suryadharma Alie, berupaya agar UU Pilpres dirubah. Soal persentase, kata SDA yang juga Menteri Agama, ada beberapa pandangan. Pandangan pertama, katanya, UU Pilpres tidak diubah alias tetap seperti Pilpres 2009, yaitu 20 atau 25 persen agar presiden terpilih dukungan dan kekuatan besar di parlemen.

“Tapi ada alasan lain di dalam UUD tidak ditetapkan persentase. Cuma ditetapkan diajukan partai politik atau gabungan partai. Persentase tidak ada. Karenanya, pandangan PPP, partai yang lolos PT itu hendaknya bisa mencalonkan presiden. Ini pandangan kedua,” katanya.

Adapun pandangan ketiga, tidak perlu memakai presentase dalam bagi partai yang ingin mengusung capres-cawapres. Setiap partai politik yang menjadi peserta pemilu harus diperbolehkan mengusung capres-cawapres.

“Nah PPP ambil pandangan yang moderat, yaitu yang sesuai dengan parliamentary threshold (PT) 3,5 persen. Kalau 3,5 persen ini berhasil, tidak tertutup kemungkinan PPP akan melakukan konvensi terbuka untuk siapa pun. Karena peluangnya untuk menjagokan ini capres ada. Tapi masa PPP dapat 3,5 persen, saya tidak percaya, kan tidak mungkin. Walaupun survei-survei mengatakan kita diposisi ke-8 (seperti hasil survei Lembaga Survei Nasional, yakni LSN). Saya tidak percaya,” katanya. (HST)