Tiket Kereta Api Mudik Lebaran Sisa Lima Persen

Foto: bumn.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Tiket kereta api untuk mudik lebaran tahun 2013 tersisa lima persen dari jumlah yang disediakan PT.Kereta Api Indonesia (KAI) dengan tujuan beberapa wilayah di Pulau Jawa.

Walaupun lebaran masih tiga minggu lagi, 18 rangkaian kereta tambahan khusus lebaran dari 48 rangkaian yang sudah ada belum mencukupi kebutuhan warga Jakarta dan sekitarnya. Hal itu dikemukakan Kepala Humas PT.KAI Daerah Operasional 1 Jakarta, Sukendar Mulya, di Jakarta , Selasa (17/7/2013).

“Lonjakan penumpang kereta api terus terjadi setiap harinya, walaupun 18 rangkaian kereta khusus lebaran telah ditambah,” katanya.

PT.KAI sebenarnya sudah membuka pembelian tiket lebaran sejak H-90, dan kebutuhan masyarakat untuk menggunakan jasa kereta ternyata terus meningkat. Penjualan tiket kereta sampai kini hanya tersisa lima persen.

Tiket kereta untuk H-7 hingga H-1 lebaran jelas dia, sudah habis terjual dan kota tujuan terbanyak sesuai data adalah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah, seperti Cirebon, Solo, Malang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Selain persiapan tiket, pihaknya akan membentuk posko lebaran guna menambah tingkat keamanan di setiap stasiun keberangkatan dan posko kesehatan untuk memberi kenyamanan bagi penumpang.

“Frekuensi penjagaan rel kereta api dan kesiagaan di jalur bencana juga ditambah,” ujar Sukendar.

“Penjualan tiket melalui internet, Kantor PT Pos Indonesia dan beberapa swalayan khusus juga dimaksimalkan, guna menutup ruang gerak para calo tiket serta kerja sama dengan pihak kepolisian telah dilakukan dengan menempatkan aparat khusus kereta api pada H-10 sampai H+10.

Calon penumpang tujuan Solo, Adit mengaku sangat puas dengan pelayanan PT. KAI.

“Saya puas meskipun masih banyak fasilitas dan layanan yang harus ditingkatkan seperti penambahan rangkaian kereta yang masih kurang, sehingga masyarakat banyak yang tidak mendapatkan tiket kereta untuk mudik lebaran,” ujarnya.

Ia juga puas dengan semakin sedikitnya ruang gerak calo yang merugikan masyarakat, sehingga kenyamanan calon penumpang semakin terjamin. (MI/Ant)