PBB: Elektabilitas Partai Kami Meningkat

Jakarta, Sayangi.com – Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang BM Wibowo senang dengan hasil survei Lembaga Survei Nasional menunjukkan bahwa elektabilitas partainya terus meningkat.

“Survei itu menunjukkan PBB memiliki elektabilitas 1,4 persen dan berarti ada kenaikan dibanding survei sebelumnya, semoga ke depan terus naik,” kata Wibowo kepada di Jakarta, Rabu (17/7).

Dia mengatakan di tingkat akar rumput baru mengetahui PBB merupakan salah satu peserta Pemilu 2014. Hal itu berpengaruh terhadap elektabilitas partainya dalam hasil survei yang lalu karena selama ini yang massif tersosialisasi hanya 10 partai politik yang ikut pemilu. “Sampai sekarang PBB belum berkampanye, baru tahap persiapan. Bakal calon legislatif di daerah juga belum semua mendapatkan pembekalan,” ujarnya.

Dalam survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang dilakukan pada awal Mei 2013 elektabilitas PBB berada di posisi ke 11 dengan presentsi 1,4 persen. Sedangkan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia di posisi 12 dengan 0,4 persen. Dalam survei tersebut posisi pertama adalah Partai Golkar 19,7 persen, PDI Perjuangan 18,3 persen, Partai Gerindra 13,9 persen, Partai Hanura 6,9 persen. Lalu Partai Demokrat 6,1 persen, PKB 4,8 persen, Partai Nasdem 4,6 persen, PPP 4,3 persen, PAN dan PKS 3,8 persen.

Sementara itu dibandingkan hasil survei Center for Strategic and Internasional Studies (CSIS) yang dilakukan pada 9-16 April 2013 menyebutkan elektabilitas PBB diposisi ke 11 dengan angka 0,4 persen. Selain itu survei tersebut menyebutkan elektabilitas Partai Golkar sebesar 13,2 persen dan PDI Perjuangan 12,7 persen. Di bawah dua parpol itu, berurutan Partai Gerindra 7,3 persen, Partai Demokrat 7,1 persen, Partai Amanat Nasional 4 persen, Partai Kebangkitan Bangsa 3,5 persen.

Partai Keadilan Sejahtera sebesar 2,7 persen, Partai Persatuan Pembangunan 2,2 persen, Partai Hanura 2,2 persen, Partai Nasdem 1,3 persen, Partai Bulan Bintang 0,4 persen, dan di urutan terakhir Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 0,2 persen. (HST/ANT)