Urusan Sampah DKI Berpindah Dari DPU ke Dinas Kebersihan

Foto: Sayangi.com/Zavin

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengalihfungsikan penanganan sampah dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI ke Dinas Kebersihan DKI Jakarta, terhitung sore ini, Rabu (17/7). Tujuan alihfungsi ini, agar tidak terjadi tumpang tindih dan tanggungjawab.

Hal pertama yang akan dilakukan oleh Dinas Kebersihan DKI adalah bagaimana mengangkut sampah-sampah yang tercecer di pintu air Manggarai. Sebagaimana diberitakan Sayangi.com sebelumnya, diketahui sebelumnya bahwa masalah sampah sungai menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI.

“Dalam masa peralihan ini, Dinas Kebersihan DKI akan terus berupaya membersihkan sungai-sungai di Ibukota. Sebagai langkah awal kita akan mengangkut sampah-sampah yang berceceran di Manggarai. Hal ini juga terkait dengan minimnya sarana dan prasarana yang ada,” kata Kepala Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Pesisir dan Pantai Dinas Kebersihan, Budhi Karya Irwanto, saat ditemui wartawan di Balaikota DKI, Rabu (17/7).

Kata Budhi, bahwa saat ini masih dalam masa transisi penanganan sampah kali dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI ke Dinas Kebersihan DKI. Belum ada mutasi aset peralatan kerja seperti eskavator dari Dinas PU DKI kepada Dinas Kebersihan DKI.

“Sementara kami akan melakukannya dengan peralatan seadanya dulu. Mulai sore ini akan dilakukan mobilisasi SDM dan sarana yang tersedia untuk menangani tumpukan sampah di Pintu Air Manggarai, sampai nanti terbentuk Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air, Taman, Jalur Hijau. Maka sebelum UPK terbentuk, kita rangkap dulu,” kata Budhi.

Lebih lanjut Budhi mengatakan bahwa sesuai dengan Pergub 215 Tahun 2012 tentang Pengintegrasian dan Optimalisasi Pengelolaan Sampah per 1 April 2013 penanganan sampah sungai/kali dan badan air telah menjadi tugas pokok dan fungsi Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

“Kami kerjakan sesuai dengan Pergub 215 Tahun 2012 tentang Pengintegrasian dan Optimalisasi Pengelolaan Sampah per 1 April 2013. Kami telah membayar gaji pekerja sejak 1 April, sampai sekarang kami tidak pernah lambat membayar gaji pekerja kebersihan. Kita harus ingat bahwa mereka juga butuh biaya, punya keluarga dan sebagainya,” pungkasnya. (MSR)