Mahasiswa Korea Antusias Pelajari Tari Lampung

Foto: Dhevi Budaya Indonesia

Bandarlampung, Sayangi.com – Empat mahasiswa asal Korea Selatan yang tergabung dalam Korea Information Technology Volunteer (KIV) antusias mempelajari Tari Bedana Lampung di sela waktu belajar mereka di Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Bandarlampung.

Mahasiswa asal Korea tersebut berasimilasi dengan kebudayaan setempat, salah satunya mempelajari Tari Bedana yang merupakan salah tarian tradisional masyarakat Lampung, kata Wakil Rektor III IBI Darmajaya Novita Sari, S.Sos., M.M. di Bandarlampung, Rabu (17/7).

Pada kesempatan tersebut, Novita Sari didampingi M. Said Hasibuan, M.Kom. selaku Koordinator Pendamping Tim KIV selama mereka berada di Provinsi Lampung. Mereka, lanjut dia, bersemangat mengikuti gerakan demi gerakan Tari Bedana yang dicontohkan oleh alumnus Unit Kegiatan Mahasiswa Darmajaya Bidang Seni Komunitas Biroe (Kombir) Rini Nur Listiani, S.Kom. di ruangan D.1.1 Gedung D IBI Darmajaya setidaknya pada waktu senggang perkuliahan.

Di sela latihan tari, Do Yeon Gu dari Myongji University Jurusan College of Law mengatakan bahwa tarian tradisional itu sangat menarik. Bahkan, dia sudah menguasai tiga gerakan tari tersebut setelah berlatih selama satu jam. Awalnya, dirinya kesulitan mengikuti gerakan yang dicontohkan oleh Rini. Namun, dengan iringan musik, dia lebih mudah melakukan gerakan tari tersebut.

“Saya merasa sulit tanpa musik. Akan tetapi, jika kita menari dengan musik, akan lebih mudah,” ujarnya pula.

Rini Listiani mengungkapkan bahwa mahasiswa Korea tersebut cepat menguasai materi gerakan tari yang diberikannya. Sebanyak sembilan ragam gerak Tari Bedana yang akan dipelajari, katanya, Do Yeon Gu dan teman-temannya sudah menguasai tiga gerakan hanya dalam tempo satu jam.

“Bagi mahasiswa asing yang baru mengenal tari tradisional Lampung, bisa dibilang mereka cepat sekali menghafal gerakannya. Saya latihan tiga gerakan dan mengombinasikannya, yaitu gerak tari tahtim, gerak ayun, dan gerak gantung,” ujar dia.

Adapun sembilan ragam gerak Tari Bedana itu, di antaranya Gerak Tari Tahtim, Gerak Khesek Gantung, Gerak Khesek Injing, Gerak Jimpang, Gerak Humbak Moloh, Gerak Ayun, Gerak Gantung, Gerak Belitut, dan Gerak Gelek. Pada hari Sabtu (20/7), kata Rini, mereka berencana belajar ragam gerak baru, seperti Gerak Khesek Gantung, Gerak Khesek Injing, Gerak Jimpang.

Tari Bedana ini termasuk sangat populer di Lampung, dan banyak dibawakan oleh para penari Lampung pada acara resmi, seperti pernikahan dan acara penyambutan tamu.

Selama dua bulan di Lampung dengan pendampingan IBI Darmajaya, tim KIV akan berbagi pengalaman tentang perkembangan teknologi informasi dengan memberikan pelatihan IT, mengunjungi sekolah-sekolah, warung internet desa, Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK), dan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) ke sejumlah kabupaten di Lampung, seperti Pringsewu, Pesawaran, dan Lampung Tengah, kata Wakil Rektor III IBI Darmajaya Novita Sari.

Dia menambahkan, sejak tahun lalu, Kemenkominfo memilih IBI Darmajaya sebagai kampus pendamping KIV di Lampung. Pada tahun 2013, tim KIV terdiri atas Ji Young Hong dari Soonsil University Jurusan Global Media, Tae Hyeong Kwon dari Korea Polytechnic Jurusan Electronic Engineering, Yun Min Nam dari Soonsil University Jurusan Global Media, dan Do Yeon Gu dari Myongji University Jurusan College of Law.

Sebelumnya, pada tahun 2012, tim KIV terdiri dari Sun Kyu Kim dari Ajou University Jurusan E-Business, Ji Min Kim dari Sungshin Women’s University Jurusan IT, Yu Young Cho dari Sungkonghoel University Jurusan Sastra Inggris, dan Ju Sang Jung dari Ajou University Jurusan Teknik Komputer. (HST/ANT)