PDB : Banteng Libas Beringin, Swing Voters 39,31 Persen

Foto : pdiperjuangan.or.id

Jakarta, Sayangi.com – Sesuai prediksi sejumlah kalangan, PDI Perjuangan dan Partai Golkar bersaing ketat. Demokrat menguntit di posisi tiga, dibayang-bayangi Partai Gerindra. Sedangkan ke-8 partai politik lainnya harus berjuang keras lolos Paliamentary Threeshold (PT).

Itulah sekilas gambaran hasil jajak pendapat ke-2 Pusat Data Bersatu (PDB) di 30 Provinsi yang melibatkan 1200 responden, antara 11-18 Juni dan dipublikasikan Rabu (17/7) petang.

Dibandingkan jajak pendapat pertama sekitar 6 bulan lalu, peneliti PDB Agus Herta mencatat adanya peningkatan massa mengambang (swing vooters) sekitar 10 persen. “Januari lalu, swing vooters hanya 28,6 persen, sekarang mencapai 39,31 persen,” ungkap Agus Herta.

“Angka tersebut merupakan parameter besarnya responden yang belum memutuskan memilih capres dan partai tertentu pada Pemilu 2014,” tandas Agus Herta, sekaligus menambahkan swing vooters itu berpeluang besar menjadi golongan putih pada Pemilu Legislatif 2014 nanti.

Tentang kriteria partai yang dipilih responden, 45,13 persen memilih berhalauan pro-rakyat, 38,83 persen bebas korupsi, 6,15 persen agamis, 4,77 persen nasionalis dan hanya 0,94 persen yang mengharuskan reformis.

Berdasarkan kriteria di atas, bila Pemilu digelar di pertengahan Juni, PDI Perjuangan memimpin dengan 14,53 persen, dibayang-bayangi Partai Golkar 14,1 persen, kemudian Partai Demokrat 9,4 persen yang juga dibayang-bayangi Partai Gerindra 8,89 persen.

Selanjutnya ke-8 Parpol lainnya, sesuai Undang-Undang No.8 Tahun 2012 masih berada di bawah ambang batas parlemen (Parliamentary Threeshold) yang sudah dipatok 3,5 persen. Masing-masing Parpol itu, Partai Nasdem meraih 3,33 persen, PAN 2,56 persen, PKB 2,56 persen, PPP 2,31 persen, PKS 1,2 persen, Hanura (1,03 persen), PBB (0,34 persen) dan PKPI (0,09 persen).

Namun partai-partai yang saat jajak pendapat dilaksanakan tidak lolos PT tidak perlu kecil hati, sebab masih ada 39,31 persen yang diperebutkan. Diantara 39,31 persen itu hanya 2,39 persen yang menyatakan akan golput. Selebihnya, 15,81 persen masih merahasiakan pilihannya dan 21,11 persen tidak tahu partai apa yang akan dipilihnya.

Catatan menarik lainnya, sebagaimana diungkapkan Peneliti Senior yang juga Ketua PDB Didik J Rachbini, partai agamis, partai nasionalis dan apa lagi partai reformis sudah tidak lagi menggoda selera pemilih. “Publik menginginkan partai yang merakyat dan bebas dari korupsi,” tegas Didik.

Manuver PKS yang menolak kenaikan BBM pun, imbuh Didik, gagal mengangkat citra partai. “Skandal elit PKS lebih memiliki efek terhadap rendahnya minat pemilih,” ungkap Didik yang pada 2012 lalu mencalonkan diri menjadi Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, mendampingi politisi senior PKS Hidayat Nurwahid. (MARD)