Said Agil Siradj : Taufiq Kiemas Jembatan Santri-Abangan

Foto : Emil Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Sejak sebelum bundaran menuju Teuku Umar, kediaman (Alm) Taufiq Kiemas dan istrinya Megawati Soekarnoputri, parkiran mobil tampak berderet. Mobil Sayangi.com dan mobil-mobil lainnya tampak kesulitan mencari parkir. Dan memang, ribuan orang berdesak memperingati Tahlil 40 hari wafatnya Taufiq Kiemas, Rabu (17/7).

Meskipun tidak menutup seluruh jalan, namun tenda putih tampak berdenyar meneduhi jalanan. Di luar pagar tersedia kursi dan sejumlah layar televisi. Penjaga tampak sigap menanyai satu per satu tamu yang hendak masuk ke halaman rumah yang disekat menjadi dua bagian.

Sekat di sisi kanan semacam ruang lobi. Sejumlah tokoh, anggota DPR-RI dari berbagai partai politik dan terbanyak tentu saja dari Fraksi PDI Perjuangan dan kader-kader partai banteng moncong putih, pengusaha, aktivis dan lainnya tampak bercengkerama di sana.

Sedangkan di sisi kiri khusus untuk yang hendak menunaikan sholat maghrib, dilanjutkan sholat Isya, Tarawih, Yasinan, Tahlil dan ditutup Tausyiah. Tampak sejumlah tokoh seperti Mahfudz MD, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Politisi Senior Partai Golkar Akbar Tanjung, Ketua PBNU Said Agil Siradj dan lainnya hadir di rombongan para “Santri”.

Dalam Tausyiahnya, Said Agiel Siradj menyebutkan, Almarhum Taufiq Kiemas sebagai tokoh pluralis yang menjembatani antara Santri dan Abangan di PDI Perjuangan. “Di tangan beliau tidak ada lagi dikotomi antara Santri dan Abangan,” sebut Said Agiel sekaligus memuji Almarhum yang telah mendirikan Baitul Muslimin Indonesia, wadahnya para Santri di PDI Perjuangan.

Said Agiel mengaku, dia mengenal Taufiq Kiemas karena dibawa Gus Dur ke Kebagusan. Selain dirinya, Gus Dur juga membawa Syaifullah Yusuf dan Muhaimin Iskandar. Kebagusan adalah kediaman HM Taufiq Kiemas saat mengumpulkan kader-kadaer PDI Pro Mega di era Soeharto. “Dia orangnya sangat sederhana. Saat itu beliau hanya mengenakan kaos dan tampak optimis, partai yang didzalimi penguasa akan menjadi partai pemenang pemilu,” kenang Said Agiel.

Kini Said Agiel berharap, lahirnya kader-kader baru yang dapat meneruskan perjuangan almarhum, khususnya di lingkungan PDI Perjuangan. (MARD)