Rawan Kecelakaan, Kemenhub Larang Mudik Pakai Motor

Foto: sayangi.com/MI

Jakarta, Sayangi.com – Jadikan hari kemarin sebagai pelajaran. Kalimat itulah yang kini dilakukan Kementerian Perhubungan menjelang mudik pada Idul Fitri1434 H ini. Kemenhub tidak mau kembali terulang suasana mudik yang mestinya diwarnai suka dan riang-gembira, tapi malah diwarnai duka cita.

Suasana duka ini terjadi karena pada musim Mudik 2012 lalu, terjadi 5000 lebih peristiwa kecelakaan. Dari jumlah itu, berdasarkan data Kemenhub tercatat sebesar 72 persen merupakan kecelakaan motor. Dalam kecelakaan tersebut terdapat jumlah korban sebanyak 908 orang.

Oleh karena itu, Kemenhub mengimbau pemudik tahun ini tidak lagi menggunakan kendaraan roda dua.

“Ini operasi simpatik. Kami secara khusus mengimbau pengguna motor untuk tidak menggunakan motor saat mudik nanti. Kami ingin menekankan ini karena tingginya angka kecelakaan sepeda motor,” kata Kepala Bidang Informasi, Kementerian Perhubungan, Euis Eliyani Kusuma saat melakukan sosialisasi Ketertiban dan Keselamatan Transportasi di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Menurutnya, masyarakat harus mengedepankan keselamatan dalam mudik lebaran tahun ini. Hal itu bisa terjadi jika masyarakat memiliki kesadaran dalam berkendaraan, termasuk memilih angkutan yang tepat dalam melakukan mudik.

“Kementerian Perhubungan hanya bisa mengimbau dan memfasilitasi, di sini tetap masyarakat yang harus punya kesadaran akan keselamatan,” jelasnya.

Kemenhub memfasilitasi pemudik dengan menyediakan program mudik gratis, termasuk terhadap pemudik bermotor. Menurut Euis, pihaknya menyediakan truk sebagai angkutan khusus motor yang disediakan secara cuma-cuma. Sementara bagi pemudik sendiri, pihaknya menyediakan transportasi massal yang juga gratis, seperti kapal laut, bus, dan kereta api.

“Untuk motor kita siapkan truk. Tapi untuk orangnya kita siapkan kapal laut, kereta api, dan bus,” jelasnya.

Mengenai sosialisasi ketertiban dan keselamatan transportasi ini sendiri, Euis mengaku jika hal itu merupakan program yang berkelanjutan sejak 2008. Program itu kata dia dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan transportasi.

Untuk tahun ini Kemenhub sudah menggelar sosialisasi ketertiban dan keselamatan di beberapa kota di Indonesia, seperti di Palangkaraya, Mamuju, Tangerang, dan Bekasi.

“Hari ini memang bagian di Jakarta,” jelas dia.