Mahfud MD: Reformasi Jilid II Masih Memungkinkan Terjadi

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai Reformasi Jilid II masih memungkinkan terjadi di Indonesia. Tapi itu tergantung kesadaran masif masyarakat, adanya tokoh yang menjadi simbol, dan isu yang diusung dari mereka untuk melakukan reformasi jilid II itu.

“Kalau Reformasi Jilid II ya barangkali (bisa terjadi),” kata Mahfud kepada Sayangi.com di Jakarta, Kamis (18/7).

Pernyataan Mahfud ini merupakan jawaban ketika ditanya tentang syarat-syarat revolusi mengingat beberapa kalangan yang menginginkan adanya revolusi di negeri ini. Menurutnya, syarat untuk melakukan revolusi di negeri ini masih belum terpenuhi.

“Pertama kesadaran masif kita itu belum utuh karena masih banyak yang berbeda-beda faksinya. Kedua belum ada tokoh yang menyatukan. Yang ketiga masalah dana. Tidak mungkin revolusi tanpa dana dan modal,” katanya.

Mahfud mencontohkan revolusi yang terjadi di negara Iran. Di sana, kata dia, ada tokoh yang menjadi simbol perlawanan, yakni Sayyid Ayatollah Ruhollah Khomeini. Karenanya, kata dia, jalan menuju revolusi di negeri ini belum masuk akal untuk direalisasikan.

“Belum ada syarat-syaratnya. Dan gak ada orang yang punya dana untuk revolusi,” kata dia sembari mengakui bahwa kekesalan masyarakat terhadap pemerintahan sudah cukup tinggi walau tidak merata. (HST)