Panama Minta Dewan Keamanan PBB Selidiki Kapal Korut

Foto: Reuters

Panama, Sayangi.com – Panama mengatakan pada hari Rabu (17/7) dalam Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) khususnya Dewan Keamanan PBB untuk menyelidiki sebuah kapal Korea Utara yang tertangkap menyelundupkan senjata dari Kuba. Ini menegaskan Pyongyang akan lebih banyak mendapat tekanan terkait kemungkinan pelanggaran sanksi PBB.

Menteri Keamanan Panama, Jose Raul Mulino mengatakan, pemerintahnya telah meminta PBB untuk memberikan saran pada kasus ini dan bahwa Panama bertujuan untuk menyerahkan kapal Chon Gang Chong, dan isinya kepada perwakilan PBB.

“Ini akan ditransfer ke Dewan Keamanan PBB, mereka akan memutuskan apa yang harus dilakukan,” kata Mulino di Panama City.

Panama menghentikan kapal minggu lalu dan menyita kargo setelah sempat bersitegang dengan kru Korea Utara di mana kapten mencoba menggorok lehernya sendiri. Pihak berwenang menemukan peralatan rudal dan senjata era soviet yang dikatakan Kuba telah usang dan harus diperbaiki di Korea Utara.

Pemerintah Korea Utara mendesak Panama untuk melepaskan kapal dan 35 awak yang ditahan untuk ditanyai.

“Kargo Ini tidak lain hanyalah senjata usang yang dikirim dari Kuba setelah diperbaiki. Dan ini berdasarkan kontrak yang sah,” kata seorang jurubicara kementerian luar negeri Korea Utara seperti dikutip oleh kantor berita resmi KCNA.

Sementara itu, Menteri luar negeri Panama, Fernando Nunez menjelaskan, bahwa pihaknya telah memberikan persetujuan kepada Korea Utara sehingga mereka bisa datang dan memberikan penjelasan atau memeriksa kapal mereka.

Insiden itu tidak menggagalkan pembicaraan AS-Kuba. Tetapi para pejabat AS mengatakan Washington akan mengangkat isu kapal dengan Kuba segera. Salah satu politisi senior AS menyebut hal itu akan dimungkinkan menjadi “pelanggaran berat terhadap perjanjian internasional”.

PBB telah memberlakukan berbagai sanksi terhadap Pyongyang, termasuk peraturan ketat pada pengiriman senjata. Langkah-langkah pembatasan atas Korea Utara bertujuan untuk membatasi program nuklirnya.

Sekitar 350 polisi dan pejabat patroli perbatasan menyisir kapal di Panama. Mulino mengatakan dua kontainer lebih dengan tersangka senjata telah ditemukan di samping dua yang sudah ditemukan.

Sebelum mereka ditangkap, awak kapal membakar sistem listrik untuk menonaktifkannya, hal itu dilakukan untuk memperlambat proses bongkar kapal, kata juru bicara kementerian luar negeri Panama.

Akibatnya, bisa memakan waktu 10 hari untuk membongkar kapal, ia menambahkan. Kapal memiliki empat area penyimpanan, masing-masing dengan enam kontainer, dan sejauh ini hanya satu area penyimpanan telah dibuka dan satu wadah diturunkan, kata pejabat pemerintah.

Panama belum berbicara dengan Korea Utara, katanya. “Kami tidak memiliki hubungan dengan mereka.”

Sebelumnya pada hari Rabu (17/7), duta PBB Inggris, Mark Lyall Grant mengatakan, kapal itu tampaknya telah melanggar embargo senjata PBB terhadap Korea Utara. Inggris adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Ada delapan panel anggota ahli yang ditunjuk oleh Sekretaris jenderal PBB Ban Ki-moon untuk memantau sanksi Dewan Keamanan yang dikenakan pada Korea Utara.

Para ahli diberi mandat untuk “mengumpulkan, meneliti dan menganalisa informasi dari negara-negara, badan PBB yang relevan dan pihak berkepentingan lainnya” pada dugaan pelanggaran sanksi dan melaporkan kembali ke 15 anggota dewan keamanan.

Panama telah meminta Amerika Serikat untuk bantuan teknis tentang masalah yang akan diberikan, kata Marie Harf, juru bicara Departemen Luar Negeri AS. Dia menambahkan bahwa Washington akan berbicara ke Kuba sesegera mungkin tentang kapal. (FIT/Guardian)