Choel: Yang Rp 2 Miliar Tak Ada Hubungan Dengan Hambalang

Jakarta, Sayangi.com – Andi Zulkarnaen Malaranggeng yang biasa disebut dengan Choel Mallarangeng mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan keperluan sebagai saksi untuk tiga tersangka kasus Hambalang. Pemanggilan Choel ini merupakan yang ketiga kalinya setelah pemeriksaan pada 12 Februari dan 3 Maret 2013.

“Saya kesini biasa sebagai saksi terrhadap 3 tersangka Hambalang,” ujar Andi Zulkarnaen Malaranggeng di Gedung KPK. Jakarta, (18/07).

Saat para awak media mengkonfirmasi terkait pengembalian uang sebesar Rp 5 Miliar ke KPK namun KPK hanya menerima 3 miliar, Choel menjelaskan bahwa sisa uang 2 miliar tersebut tidak ada kaitannya dengan kasus Hambalang.

“Yang 2 miliar dari PT Global Daya Manunggal pada bulan Maret itu tidak ada hubungannya dengan Hambalang sama sekali. Itu hanya antara pengusaha dengan pengusaha,” tegasnya.

Seperti diketahui, Dalam korupsi pembangunan proyek Hambalang, KPK telah menetapkan tiga tersangka yaitu mantan Menpora Andi Mallarangeng selaku Pengguna Anggaran, mantan Kabiro Perencanaan Kemenpora Deddy Kusdinar selaku Pejabat Pembuat Komitmen saat proyek Hambalang dilaksanakan dan mantan Direktur Operasional 1 PT Adhi Karya (Persero) Teuku Bagus Mukhamad Noor.

Ketiganya disangkakan pasal 2 ayat 1, pasal 3 Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah pada UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat ke (1) ke-1 KUHP mengenai perbuatan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara; sedangkan pasal 3 mengenai perbuatan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau korporasi, menyalahgunakan kewenangan karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan negara.

Total nilai kerugian negara karena proyek tersebut adalah Rp 243,6 miliar dari total nilai anggaran proyek yang mencapai Rp 2,5 triliun.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga dijadikan tersangka terkait penerimaan janji atau hadiah. Terkait Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di Jakarta, Rabu (17/7) menyatakan keduanya akan ditahan setelah lebaran karena berkas-berkasnya sudah selesai.

“Anas maupun Andi akan ditahan dalam waktu dekat ini. Kami sedang memperhitungkan masa tahanan,” ujarnya. (HST)