Pesona Masjid Cheng Ho Surabaya

Foto: google.com

Surabaya, Sayangi.com – Sekilas bangunan diatas mirip sekali dengan bangunan klenteng yang sarat dengan arsitektur Tionghoa. Namun siapa sangka jika bangunan tersebut bukanlah klenteng, melainkan masjid yang terkenal dengan sebutan Masjid Muhammad Cheng Ho. Masjid ini berlokasi di kecamatan Genteng, kelurahan Ketabang, Surabaya tepatnya di Jalan Gading, sekitar 15 menit atau 6 km dari pusat kota Surabaya.

Masjid ini didirikan pertama kali pada tahun 2001 oleh masyarakat muslim Tionghoa di Surabaya, namun baru selesai dan diresmikan pada tahun 2003. Rancangan awal bangunannya konon mengilhami bentuk Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi. Masjid unik ini dibangun sebagai tanda penghormatan warga muslim Tionghoa terhadap Laksamana Cheng Ho, yang dulu bertugas sebagai admiral angkatan laut, menjalin persahabatan dan menyebarkan ajaran agama Islam di Indonesia khususnya pulau Jawa. Menilik sejarahnya, Laksamana Cheng Ho berasal dari provinsi Yunnan, China.

Beliau kemudian mengemban tugas dari Raja Dinasti Ming sebagai Duta Perdamaian dalam kunjungannya ke ranah Asia. Di Indonesia, beliau pernah bersilaturahim ke Kerajaan Majapahit demi menjalin hubungan perdagangan yang lebih baik.

Arsitektural bangunan masjid ini sangat kental dengan sentuhan Tiongkok kuno. Warna merah dan hijau mendominasi seluruh bangunan masjid tersebut. Dalam kepercayaan masyarakat Tiongoa, warna merah menyimbolkan elemen api. Dalam fengsui elemen ini memiliki makna selatan sebagai lambang keberuntungan dan kemakmuran atau ketulusan. Luas keseluruhan masjid ini berukuran 21 x 11 meter, dengan bangunan utama berukuran 11 x 9 meter. Pada sisi kiri dan kanan bangunan utama tersebut terdapat bangunan pendukung yang tempatnya lebih rendah dari bangunan utama.

Masuk kedalam masjid ini, anda akan menapaki ubin dari keramik yang indah. Dan setiap sisi sudut nya terlihat hiasan dengan ukiran kaligrafi. Sama halnya dengan exterior masjid, diinterior dalam masjid juga didominasi warna merah dan beberapa warna putih serta biru.

Setiap bagian bangunan Masjid Cheng Ho ini memiliki arti tersendiri. Misalnya ukuran bangunan utama, panjang 11 meter pada bangunan utama Masjid ini menandakan bahwa Ka’bah saat pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS memiliki panjang dan lebar 11 meter, sedangkan lebar 9 meter pada bangunan utama ini diambil dari keberadaan Walisongo dalam melaksanakan syi’ar Islam di tanah Jawa.

Nah bagi Anda yang memilih Surabaya sebagai destinasi liburan atau sekedar transit menuju kampung halaman, masjid ini akan memberikan suasana wisata yang menarik. Berwisata sekaligus beribadah. (FIT)