Agar Tidak Disebut Abal-Abal, Lembaga Survei Harus Terakreditasi

Jakarta, Sayangi.com – Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy mengatakan lembaga survei harus mengakreditasi dirinya dengan kesepakatan yang mereka bangun dalam asosiasi lembaga-lembaga survei.

Menurut Romy — panggilan akarab Romahurmuziy, hal yang perlu diatur antara lain kualifikasi para peneliti, sampling period, jumlah sampel untuk setiap tingkat kepercayaan, metodologi survei, dan akuntabilitas publikasi yangg dilakukan.

“Dengan demikian bisa diketahui ke depan, lembaga-lembaga survei yang tidak terakreditasi dapat diabaikan hasilnya. Sementara, lembaga yang terakreditasi, hasil publikasi surveinya bisa diperbandingkan sebagai alat ukur ilmiah,” kata Romy kepada Sayangi.com, Kamis (18/7).

Lebih lanjut, menurut Romy, untuk mengembalikan kredibilitas lembaga-lembaga survei yang terpuruk akibat publikasi berlebihan dari lembaga-lembaga survei abal-abal yang kualitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan, harus ada survei atas tingkat kepercayaan masyarakat terhadap survei.

“Apakah masyarakat percaya kepada survei, atau masyarakat memang tidak pernah percaya. Ini penting sebagai bentuk kejujuran keberadaan lembaga survei yang mengklaim menggunakan metoda ilmiah dalam cara kerjanya,” kata Romy yang juga Ketua Komisi IV DPR RI ini. (HST)