Pengalaman Buka Puasa Dahlan Iskan di Masjid Niu Jie, Beijing

Foto: arisheruutomo.com

Beijing, Sayangi.com – Setiap masyarakat di dunia ini memiliki caranya tersendiri untuk merayakan momen berbuka puasa. Jika di beberapa negara konflik, mereka bisa merayakan momen berbuka puasa ditengah-tengah protes, maka lain hal dengan cara berbuka puasa di Masjid Niu Jie, masjid tertua di kota Beijing – China. Dikutip dari pengalaman seorang Dahlan Iskan dalam wordpress-nya, ada beberapa hal yang berbeda dari cara berbuka puasa di masjid satu ini.

Jika di masjid-masjid Indonesia, umat muslim merayakan berbuka puasanya dengan gaya lesehan, maka tidak begitu yang dilakukan di masjid Niu Jie ini. Venue berbuka puasanya sendiri berlokasi di halaman masjid. “Berbeda pula dengan di Masjidil Haram – Mekkah, menu santapan berbuka puasa atau yang sering disebut takjil tersebut diletakkan diatas meja”. Setidaknya terdapat tiga buah meja yang tinggi-tinggi”. Begitu papar sang Bapak Menteri BUMN  dalam wordpress-nya. Menu takjilnya juga hanya berupa potongan roti coklat dan kurma, serta minuman teh hangat.

Uniknya lagi, adzan yang biasa dikumandangkan dari dalam masjid, pada momen berbuka puasa itu adzan Maghrib dikumandangkan di halaman masjid. Dan lokasi meja-meja sajian berbuka puasa antara laki-laki dan perempuan dibedakan atau terpisah.

Masjid ini dibangun pertama kali pada tahun 995 oleh duo Arab. Disebut-sebut diantara 68 masjid yang berada di Beijing, Masjid Niu Jie inilah yang tertua dan terbesar. Masjid ini konon pernah mengalami perluasan di zaman 3 Dinasti; Yuan, Ming dan Qing, tepatnya sekitar abad ke-13 hingga abad ke-19. Pada pemerintahan RRC, Niu Jie juga sempat mengalami 3 kali renovasi.

Nah, bagi anda yang akan berlibur ke Beijing bisa mampir ke masjid Niu Jie ini. Karena di jalan sekitar masjid ini anda juga bisa menemukan banyak pedagang makanan yang menjual makanan islami. (FIT/wordpress Dahlan Iskan)