Mandiri Yakin Ekonomi Indonesia Tak Terjerembab Lagi

Foto: bankmandiri.co.id

Jakarta, Sayangi.com – Dirut PT. Bank Mandiri Tbk Budi Gunadi Sadikin merasa tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan bahwa Indonesia akan terjerembab dalam jurang ekonomi seperti kondisi ekonomi saat krisis global 2008 lalu.

“Kita harus berhati-hati tetapi tidak harus khawatir berlebihan,” ujar Budi di sela-sela acara buka puasa bersama wartawan di Jakarta. Budi membandingkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini dengan kondisi perekonomian pada 2008 lalu. Dari sisi inflasi, menurutnya inflasi 2008 lebih buruk dibandingkan dengan inflasi pada 2013 dalam hal kenaikannya.

“Inflasi pada 2008 naik dari 7,35 persen ke 11,06 persen, naiknya 3,7 persen. Sekarang inflasi kita naik dari 5,5 persen ke 7,9 persen lah, naiknya 2,4 persen, ini lebih bagus dibanding 2008,” kata Budi.

Sementara itu dari sisi nilai tukar rupiah, lanjutnya, pada 2008 sebelum krisis rupiah berada di posisi Rp 9.051, sesudah harga BBM bersubsidi dinaikkan nilai tukar rupiah menjadi Rp 12.400. “Kita bakal Rp 12.000? kayaknya tidak, Rp 11.000? Juga masih jauh,” tuturnya.

Indeks harga saham gabungan yang turun setengah dari 2.100 menjadi 1.111, diperkirakan tidak akan terulang pada 2013. “Kita sekarang 5.000, kalau turun setengah seperti 2008 jadi 2.500 tidak,” katanya. Budi memperkirakan, BI juga tidak akan menaikkan tingkat suku bunga acuan atau BI rate hingga 125 basis poin seperti pada 2008 yang naik dari 8 persen menjadi 9,25 persen.

“Semua indikator yang saya sebutin pada 2008 itu lebih jelek dari pada sekarang dan faktanya 2008 kita selamat. Masak iya sekarang kita tidak selamat seperti 2008,” ujar Budi. (MSR/ANT)