Hukuman Mati Bagi Koruptor, Narkoba, dan Terorisme Konstitusional

Ilustrasi: Huffpost.com

Jakarta, Sayangi.com – Sampai saat ini belum ada koruptor yang mendapat vonis hukuman mati. Akibatnya, wajar jika vonis ringan misalnya 5 atau 10 tahun tidak menimbulkan efek jerah bagi sebagian pejabat negara untuk merongrong uang negara.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan mengatakan hukuman mati adalah konstitusional sebagaimana diputuskan MK. namun, kata Mahfud, hukuman mati itu harus diberlakukan pada tindak pidana tertentu. Misalnya, kata Mahfud, tindak pidana korupsi.

“Saya akan dukung hukuman mati untuk tindak pidana tertentu. Dulu MK kan memutuskan bahwa hukuman mati itu konstitusional. Karena MK setuju hukuman mati dan saya orang MK,” kata Mahfud kepada Sayangi.com, Kamis (18/7) malam.

Selain tindak pidana korupsi, Mahfud juga menambahkan bahwa tindak pidana terorisme dan narkoba juga harus mendapatkan ancaman hukuman mati. Kejahatan narkoba dan terorisme, kata Mahfud merupakan kejahatan kemanusiaan.

“Nah  itu saya setuju ancaman hukumannya mati. Tapi supaya diingat tugas presiden itu bukan menghukum orang. Tugas menghukum orang itu hakim atas tuntuan jaksa. Kan itu saja,” pungkasnya. (HST)