Kabut Asap Riau: Petani Ditangkap, Korporat Menggantung

Foto: Antara

Pekanbaru, Sayangi.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menangkap lagi seorang petani saat membersihkan lahan dengan cara membakar di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Namun kasus yang lebih besar karena melibatkan korporat, masih “menggantung”.

“Kejadiannya beberapa hari lalu saat tim melakukan patroli udara dan darat,” kata Humas BNPB Agus Wibowo, Minggu (21/7). Ia menjelaskan, pelaku yang diindikasi sebagai petani pemilik lahan di Kabupaten Siak ini diamankan oleh tim pemantau yang terdiri atas pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI), masyarakat, dan Polri.

“Sampai saat ini patroli masih terus berjalan dengan dikoordinir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau,” katanya. Dengan tertangkapnya seorang pelaku pembakar hutan ini, maka total jumlah pembakar lahan perorangan ada sebanyak 25 orang. Sebanyak 24 tersangka perorangan yang sebelumnya telah ditangani, tercatat sejak 5 Juli 2013.

Saat ini Polda Riau juga tengah melakukan penyelidikan terhadap 12 kasus dan 5 kasus penyidikan dengan tersangka 24 orang dan satu korporasi. Sebanyak 24 tersangka tersebut merupakan pelaku pembakar hutan maupun individu yang memang ingin memperluas lahan dengan menyuruh membakar hutan.

Sementara untuk kasus pembakaran hutan yang melibatkan perusahaan perkebunan di Provinsi Riau masih “menggantung”. Sejauh ini Polda Riau belum juga menetapkan tersangka pada kasus yang diindikasi melibatkan sebuah perusahaan perkebunan, PT Adei Plantation (AP). Untuk memperkuat dugaan itu, Polda Riau berencana mengambil keterangan saksi ahli.

Saksi ahli yang rencana didatangkan ada beberapa, dimana menurut informasi kepolisian saksi tersebut dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan akademisi. Polda Riau sebelumnya juga telah memeriksa sebanyak 16 saksi dari kalangan karyawan dan pejabat perusahaan diduga pembakar lahan. (MSR/ANT)