Presiden SBY: Islam Tidak Identik Kekerasan

FOTO: ANTARA/.Setpres-Abror/wsj/pras/13.

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghimbau agar semua pihak menghormati bulan suci Ramadhan dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat membatalkan puasa, termasuk aksi-aksi kekerasan.

“Justru kita harus menahan diri mencegah tindakan yang dapat membatalkan ibadah puasa itu sendiri, termasuk tindakan kekerasan, aksi perusakan dan main hakim sendiri,” kata Presiden kepada wartawan seusai menghadiri buka puasa bersama 5.000 lebih anak yatim di Jakarta International Expo, Minggu (21/7/2013).

Presiden menegaskan dirinya mencermati perbincangan di media sosial terkait dengan isu bentrokan antara elemen Front Pembela Islam dengan masyarakat di Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

“Kalau yang diatasnamakan agama Islam, justru bertentangan dengan agama Islam. Islam tidak identik dengan kekerasan, Islam tidak identik dengan main hakim sendiri. Islam juga tidak identik dengan tindakan-tindakan perusakan. Kalau ada elemen yang melakukan seperti itu, dan mengatasnamakan Islam, justru mencederai Islam, memalukan agama Islam,” kata Presiden.

Presiden mengatakan, dirinya mencermati perbincangan di media sosial terkait dengan isu bentrokan antara elemen Front Pembela Islam dengan masyarakat di Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Dia juga telah mendapat laporan kejadian tersebut, baik oleh Kapolri Timur Pradopo maupun Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto.

“Saya menilai apa yang dilakukan kepolisian waktu itu sudah tepat dan Alhamdullilah bentrokan tidak meluas. Saya juga menginstruksikan kepada Polri dan para penegak hukum lain untuk tidak membiarkan kejadian seperti itu, hukum harus ditegakkan, dicegah konflik atau benturan horisontal dan dicegah untuk tidak ada elemen dari mana pun juga, termasuk FPI yang melakukan aksi-aksi kekerasan apalagi tindakan perusakan,” kata Presiden.

Presiden juga menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun yang sekali lagi melakukan aksi-aksi kekerasan. (VAL)