Dicekam Ketakutan, Paus Tetap Tersenyum

Foto: wydcentral.org

Rio de Janeiro, Sayangi.com – Sekitar 400.000 warga Katolik Roma bergabung dalam pembukaan Hari Pemuda Dunia di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil. Dalam pembukaan Hari Pemuda Dunia ini diwarnai dengan kekacauan transportasi saat sistem transportasi metro Rio mengalami gangguan akibat pemadaman listrik. Dua jalur kereta berhenti selama dua jam akibat padam listrik yang disebabkan oleh putusnya kabel listrik. Paus sempat mengalami ketakutan, tapi tetap tersenyum.

Hal tersebut menyebabkan orang yang ingin hadir dalam misa pembukaan menjadi terlantar, sementara yang lainnya memadati bus dan taxi menuju pantai.
Polisi sampai harus turut campur untuk mengatasi sejumlah penumpang yang marah, demikian laporan radio setempat. Keamanan di Rio memang dilipatgandakan saat Paus memulai kunjungan pekan ini. Wartawan BBC di Brasil melaporkan polisi kini mengkaji keamanan Paus berusia 76 tahun tersebut setelah mobil yang mengantarnya saat tiba di Brasil, Senin (22/07) dikerumuni oleh massa.

Paus sendiri telah tiba di Brasil sejak Senin kemarin, sekaligus sebagai lawatan luar negerinya yang pertama sejak menjabat kepala Gereja Katolik Roma. Kunjungannya di Brasil ini mendapat pengawalan keamanan yang ketat, menyusul aksi protes besar warga terkait skandal korupsi pemerintah Brasil. Paus Fransiskus yang berasal dari negara tetangga Argentina ini belum dijadwalkan tampil dan hanya menghabiskan waktu di sebuah kediaman pribadi. 

Banyak pengunjung yang berhasil menghentikan dan menyerang iring-iringan Paus saat melintas di Rio dan memasukkan tangan ke dalam mobil Paus melalui jendela mobil yang terbuka. “Sekretaris Paus mengatakan bahwa Paus terlihat ketakutan, tetapi dia tetap tersenyum,” kata juru bicara Vatikan Federico Lombardi kepada wartawan.

Polisi dilaporkan juga menembakkan gas air mata guna membubarkan warga yang masih melakukan aksi protes terhadap pemerintah dan juga menolak kunjungan Paus yang dianggap memakan biaya tinggi.

Paus sendiri diterima secara resmi oleh Presiden Brasil Dilma Rousseff di Istana Gubernur Rio, Senin lalu.¬†Sebuah perangkat ledak rakitan ditemukan Minggu lalu, tetapi aparat menyatakan bom tersebut memiliki ”daya ledak rendah” dan tidak terletak di kawasan kunjungan Paus. (FIT/bbc)